|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Bolaang Mongondow
|
02 Juli 2008
|
|
Warga Modayag 3
Penerima Raskin Protes
|
Tabir tentang dugaan pe-nyimpangan penyaluran be-ras untuk warga miskin (ras-kin) di Desa Modayag 3, Keca-matan Modayag, perlahan mulai terungkap. Setelah sa-lah seorang warga bernama Kartini Mamonto buka mulut.
Ditemui harian ini di Kantor Dekab Bolmong Senin lalu (30/06), Kartini Mamonto yang datang bersama sembilan warga Modayag 3 lainnya un-tuk memprotes keberadaan ok-num sangadi berinisial UM alias Umar. Ia pun membeber-kan pengalamannya saat datang membeli raskin yang disalurkan oleh anak kandung dari oknum sangadi mereka berinisial SM alias Sul.
“Biasanya kita tiap bulan se-lalu dapat jatah raskin. Tapi April lalu, menjelang pemi-lihan sangadi, saya datang membeli raskin yang disalur-kan anak perempuan sanga-di. Mar dorang ada usir pa kita, sambil ba bilang ‘biar ngoni mo lapor sampe di mana, kita nyanda kase akang raskin’,” kisah Kartini Mamonto.
Sakit hati itu rupanya belum terhapus, sehingga sampai sekarang Kartini tidak berani lagi membeli jatah raskinnya. Itu pula yang membuat dia selalu besama warga Modayag 3 lainnya ke Dekab Bolmong, guna memprotes keberadaan oknum sangadi UM.
Di mana kemarin siang me-reka kembali menyerbu Ge-dung Kinalang, untuk mem-pertanyakan sikap dewan yang telah beberapa kali me-manggil hearing UM. Sambil memperlihatkan aspiasi me-reka, yang berisi sejumlah dugaan penyimpangan oknum sangadi, salah seorang warga bernama Jono mendesak dewan agar segera menyampaikan rekomendasi ke Pemkab Bol-mong, untuk mem-Plt-kan UM.
Ketua Dekab Bolmong, Hi Sunardi Sumantha SIP, saat dikonfirmasi enggan berbi-cara banyak. Ia hanya menga-takan semua hasil hearing de-wan telah disampaikan kepa-da pemkab lewat banwas dan asisten 1. “Kita tunggu saja sikap dari Pemkab Bolmong,” kata Om Ding.(tus)
|
|