|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
02 Juli 2008
|
|
PNS Pemkab Sitaro diusir dari kantornya
Massa Matimade Tuntut Pilkada Ulang
|
Hasil Pilkada Sitaro yang menempatkan duet PDIP, Tonny Supit dan Piet Hein Kue-rah (Sukur) sebagai peraih suara terbanyak, disambut protes kubu Matimade (Mar-tinus Manoi-Denny Tindas). Kubu pasangan yang diusung Golkar ini menuding adanya sejumlah kecurangan yang terjadi. Mereka pun menun-tut agar pemilihan digelar ulang. Hal ini terlontar dalam aksi demo massa Matimade di Kantor KPUD Sitaro, Se-lasa (01/07) kemarin.
‘’Jika Pilkada tidak diulang, tidak akan ada bupati baru di Kabupaten Sitaro. Lebih baik kembali saja ke Kabupaten Sangihe (induk).’’ Demikian koar sejumlah massa dalam orasinya. Tuntutan massa itu sendiri, terutama surat per-mintaan pilkada diulang, di-sampaikan ke Sekretaris KPUD Sitaro, Hornis Paulus.
Namun massa yang terbakar emosi itu belum merasa puas, karena tak bisa mendapatkan kepastian terkait tuntutan mereka. Sebab Sekretaris KPUD Sitaro Hornis Paulus hanya menjelaskan, bahwa surat yang telah diterimanya itu, akan ditindaklanjuti, na-mun terkait kepastiannya di-kabulkan dirinya belum bisa memastikan.
“Saya hanya bisa menerima surat itu, namun terkait ke-pastian saya belum bisa me-mastikan dan kapan itu. Kare-na saya harus berkoordinasi dengan pak ketua (Ketua KPUD, SJ Bagarai, red),” jelas Paulus. Untunglah, setelah di-beri penjelasan, massa lang-sung balik dan meninggalkan Kantor KPUD. Sejumlah kaca jendela di kantor itu terlihat pecah. Diperoleh informasi, semalam sejumlah orang telah melemparinya dengan batu.
Sampai di sini demo belum juga berhenti. Aksi berlanjut ke kantor bupati. Massa ke-mudian masuk lewat tangga depan yang biasa dilewati bu-pati. Saat berada di dalam kan-tor, sejumlah massa mem-buang beberapa berkas yang ada. Bahkan para PNS sempat diminta keluar dari kantor.
Aksi kemudian dilanjutkan ke Kantor Panwas, yang ja-raknya tak jauh dari kantor bupati. Di sana, lagi-lagi me-reka melakukan orasi. Mereka pun menuntut agar Panwas bisa menindaklanjuti semua laporan-laporan kecurangan yang telah dimasukkan me-reka. Ketua Panwas Fidel Ma-lumbot yang menerima lang-sung mengatakan, bahwa Pan-was akan menindaklanjutinya.
“Dan dalam melaksanakan tugas ini, Panwas tak akan terpengaruh dengan suap dari pihak mana pun,” tukas Ma-lumbot. Tuntutan massa ma-timade sendiri di antaranya du-gaan adanya kecurangan, be-rupa pencoblosan di dua tem-pat oleh satu nama, money poli-tics, pengerahan massa oleh calon bupati tertentu Sabtu lalu saat masa tenang dan pemba-gian beras oleh TS Sukur.
Massa pendukung Matimade menandaskan, aksi akan terus dilakukan mereka sampai berhasil menemui Ketua KPUD Sangihe Drs SJ Bagarai. Baga-rai sendiri sudah diamankan, namun tidak tahu sedang ber-ada di mana. Menyikapi aksi pendukung Matimade yang telah menimbulkan ketidak-nyamanan ini, Kapolres Sangi-he AKBP Doddy Zulkarnaen mengatakan pihak kepolisian selalu siap siaga. “Jumlah per-sonel yang ada yakni 2/3 dari jumlah pasukan yang ada di Pol-res Sangihe. Kami akan selalu all out untuk mengamankan si-tuasi di Sitaro,” ujar Zulkarnaen.
PNS DIUSIR
Salah satu keinginan massa Matimade saat aksi unjukrasa kemarin, adalah menemui Penjabat Bupati Sitaro Drs Idrus Mokodompit. Sayangnya mereka tidak berhasil mene-mui sang bupati, karena pria asal Totabuan itu sedang tidak berada di tempat saat aksi demo berlangsung.
Entah karena kecewa, massa pun melampiaskan kekesalan dengan menyuruh keluar se-mua pegawai negeri sipil (PNS) yang berkantor di kantor se-kretariat daerah tersebut. “Itu PNS tidak pantas kerja di kan-tor itu, terlalu banyak dorang bekeng tau-tau di kantor itu,” teriak massa pendukung Ma-timade.
Tak menunggu lama, banyak PNS yang terlihat ketakutan, langsung ‘ngacir’ keluar kantor guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
Melihat gelagat yang tidak baik ini, aparat keamanan pun langsung mengambil tindakan dengan cara menutup pintu masuk ke gedung dengan me-masang palang. Hal ini di-maksudkan agar jangan sam-pai massa masuk dalam kantor dan melakukan perusakan di dalamnya. Dengan ditutupnya Kantor Pemkab Sitaro, ber-ujung pada libur dadakan bagi PNS kemarin.
“Torang leh tako mo maso kantor, jangan sampe torang jadi sasaran,” ujar beberapa orang PNS yang sempat duduk di salah satu pinggiran toko de-ngan wajah masih ketakutan. Sementara pihak Pemkab Si-taro lewat Kabag Humas Drs Denny D Kondoj, belum bisa memastikan apakah besok (hari ini, red), Kantor pemkab akan dibuka atau tidak. “Saya belum mendapat penjelasan lebih lanjut dari pimpinan,” ungkap Kondoj saat dihubungi terpisah.(sal)
|
|