|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
02 Juli 2008
|
|
Inflasi Manado Bulan Juni 2008 Sentuh 3,63 Persen
|
Peningkatan sejumlah harga komoditas pascakenaikan BBM belum lama ini, mendorong tingkat inflasi Kota Manado naik menjadi 3,63 persen. “Sekitar seperempat dari dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di bulan Juni 2008, mulai terasa.” ujar, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Drs Djasa Bangun, Selasa (01/07) kemarin.
Menurut Bangun, dampak kenaikan BBM mulai terasa di beberapa bulan terakhir ini, dengan ditandai meningkat-nya sejumlah komoditas ke-butuhan masyarakat, sehing-ga mendorong inflasi Kota Ma-nado menjadi 3,63 persen. Ke-naikan tidak begitu tinggi kali ini akibat terselamatkan oleh 20 komoditi yang tetap tak mengalami perubahan pasca-kenaikan BBM, di antaranya beras yang tetap bertahan pada kisaran Rp 6.500 per kilo.
Selanjutnya dalam konfe-rensi pers yang dilaksanakan di Aula BPS Sulut, dijelaskan bahwa perkembangan harga berbagai komoditas Juni 2008 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
Dari hasil pantauan BPS de-ngan penghitungan dan tahun dasar baru (227=100) di 66 kota (hasil SBH 2007) Kota Manado terjadi inflasi 3,63 persen akibat terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,73 pada Mei 2008 menjadi 111,64 pada bulan Juni 2008. Sedangkan laju in-flasi tahun kalender 2008 yai-tu 6,31 persen, dengan inflasi year on year (YoY) (Juni 2008 terhadap Juni 2007) adalah 13,18 persen.
Inflasi akibat naiknya barang dan jasa seperti kelompok ba-han makanan 3,62 persen, ke-lompok makanan jadi, mi-numan, rokok dan tembakau 1,33 persen, kelompok peru-mahan, air, listrik, gas dan ba-han bakar 1,12 persen, kelom-pok kesehatan 2,07 persen, serta kelompok transpor, ko-munikasi dan jasa keuangan 14,21
persen.(wel
|
|