CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun
BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 
REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Mimbar dan Keagamaan 

02 Juli 2008

Bukan untuk meluruskan 
Seminar Diperlukan demi Menggali Sejarah PI GMIM

 

 IKUTI BERITA LAIN

Bantuan GMIM untuk Kampung Texas Tahap Dua Diserahkan

Lintas Berita Mimbar

Sejumlah pendeta GMIM menyatakan seminar yang di-gagas terkait peringatan HUT Pekabaran Injil (PI) dan Pendidikan Kristen (PK) GMIM harus dipahami bukan untuk meluruskan tapi menggali lebih dalam sehingga sejarah itu makin kaya dan lengkap. Menurut pemahaman mereka jika dikatakan untuk meluruskan, berarti terkesan selama ini peringatan HUT PI-PK GMIM itu keliru, padahal GMIM punya alasan tepat mengenai tanggal 12 Juni 1831 itu.

Demikian disampaikan Pdt Lucky Rumopa STh, Pdt Febi Lu-manauw, Ketua Jemaat GMIM Eklesia Bitung III, Ketua Wila-yah Manado Timur I Pdt JR Rumbayan STh, Pdt Herman Latuhaimalo STh serta Pnt Ir Billy Masinambouw Ketua P/KB Jemaat GMIM Bukit Moria Tikala Baru kepada Komentar, Selasa (01/06) kemarin. 
Menurut mereka, sudah jelas bahkan dalam semiloka yang digelar panitia HUT ke-177 PI-PK GMIM, Riedel dan Schwarz merupakan penginjil yang te-lah menempatkan fondasi kuat dasar-dasar iman me-lalui pengetahuan yang ber-implikasi pada dimensi eko-nomi, sosial dan politik serta pedagogik. 
Berbeda dengan dengan misio-naris lainnya bahkan yang da-tang jauh sebelum mereka, se-perti, Diego Pater Magelhaens, salah satu penginjil mula-mula di Minahasa tapi hanya bersifat temporer sehingga In-jil tidak begitu mengakar da-lam kehidupan masyarakat pri-bumi pada waktu itu. Bahkan hasil semiloka telah memberi rekomendasi bahwa bukan saja para misionaris Eropa saja yang berperan tetapi penginjil pri-bumi yg disebut penolong dan jauh lebih penting bukan soal pelurusan tapi makna dari ni-lai penginjilan itu sendiri.
“Jauh lebih penting relevansi dari semangat penginjilan da-lam hidup orang percaya se-hingga tidak perlu ada istilah pelurusan karena GMIM juga punya alasan konkrit mene-tapkan 21 Juni 1831 sebagai hari PI,” tandas Masinambow. 
Sementara Lumanauw mene-gaskan bahwa kita jangan me-rusak makna dari penginjilan hanya dengan siapa yang du-luan dan yang kemudian ka-rena sudah jelas Riedel dan Schwarz yang memberi diri hingga akhir hayat berbeda dengan yang lain datang pergi akhirnya umat berubah-ubah,” katanya. 
Pdt Rumbayan yang juga Ketua BPMJ Sola Gratia Tika-la, menyatakan sejarah PI GMIM jangan hanya dilihat dari siapa yang duluan datang tetapi harus dilihat sebagai pekerjaan Roh Kudus yang ti-dak perlu diluruskan sebab ini sejarah iman bukan seku-ler oleh sebab itu harus diha-yati dengan iman. “Sebab ke-pada jemaat pun kita menge-nalkan dan mengajarkan se-jarah PI sebelum kedatang Riedel dan Schwarz sehingga jemaat pun sudah paham bah-wa memang bukan mereka yang pertama,” tukasnya. 
Pdt Latuihamalo juga mene-kankan agar kita jangan ter-pecah hanya karena soal pelu-rusan. Sebab tiap orang punya interpretasi tapi apa yang su-dah ditetapkan oleh GMIM se-bagai institusi juga dihargai. Di mana hal itu sudah mele-wati kajian yang dalam dan men-dasar namun tentunya penda-pat lain juga harus didengar-kan demi penyempurnaan.
“Sehingga kita benar-benar menampakan gereja yang mi-sioner inklusif terbuka mene-rima saran, pendapat dan kri-tikan tapi bukan berarti me-nelannya mentah-mentah,” tegasnya.(gra)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin