|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Otonomi dan Suksesi |
02 Juli 2008
|
|
Pemprop angkat bicara soal ‘kisruh’ Pilkada Sitaro
Mamuaja: Tidak Puas, Silakan Proses Hukum
|
Adanya aksi tidak bertanggung jawab berupa pengusiran PNS yang sedang bertugas di Kantor Pemkab Sitaro serta pelemparan batu terhadap fasilitas pemerintah, disesal-kan Pemprop Sulut. Terkait kisruh ini, masyarakat yang ada diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan kejadian tersebut.
“Jika dibandingkan dengan da-erah lain di Indonesia, pilkada di Sitaro dapat dikategorikan aman dan terkendali, kendati dalam proses penghitungan suara sem-pat diwarnai dengan aksi penye-gelan kantor bupati. Tetapi hal itu tidak lama berselang, karena pihak aparat sudah mengantisi-pasinya. Untuk itu, kepada ma-syarakat diimbau tidak terpan-cing, apalagi sampai menuai kericuhan,” tandas Sekprop Su-lut, Drs Robby Mamuaja, Selasa (01/07) kemarin.
Dikatakannya, dalam pelaksa-naan pilkada, khususnya me-nyangkut hasil atau perolehan suara, ada mekanisme dan prose-dur yang dilalui. Artinya, jika ada pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil perhitungan suara, dapat mengajukannya lewat pro-ses hukum. “Pelaksanaan pilka-da ini terbuka. Hal ini menanda-kan bahwa siapa saja yang mera-sa keberatan dengan hasil per-hitungan suara dapat menerus-kannya ke pengadilan. Karena itu, masyarakat jangan meng-ambil tin-dakan yang pada akhirnya hanya akan merugikan. Percaya-kanlah pa-da aparat, yang pasti tidak akan tinggal diam,” tukasnya.
Ditambahkannya, saat ini kon-disi di Sitaro kembali normal, bahkan aktivitas pelayanan ke-pada masyarakat dapat dilaku-kan. “Setelah melakukan kon-firmasi dengan penjabat bupati, disampaikan bahwa situasi su-dah normal. Tak ada yang perlu dikhawatirkan, karena aksi pe-nyegelan itu masih dalam batas kewajaran,” kuncinya. (eda)
|
|