HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

03 Juli 2008

Polda Sulut kirim 1 SSK Brimob ke Sitaro 
Massa vs Polisi ‘Perang’ Batu


Aksi demo massa pendukung pasangan calon top ek-sekutif, Martinus Manoi-Denny Tindas (Matimade), makin meresahkan. Setelah sebelumnya melakukan pengrusakan terhadap Sekretariat KPUD dan Kantor Panwas serta menyegel Kantor Bupati Sitaro, dalam demo kemarin (03/07) mereka tak segan-segan untuk melakukan perlawanan terhadap aparat keamanan. 
Bentrok massa Matimade versus polisi ini terjadi di jalan menuju Kantor KPUD Sitaro, Kecamatan Siau Barat, sekitar pukul 15.00 Wita kemarin. Ke-jadian berawal ketika ratusan massa bergerak dari Kampung Sawang, Lai Ondong dan Ba-hu, menuju Kantor KPUD Sita-ro. Mereka bermaksud mene-mui Ketua KPUD Sangihe, Drs Samuel J Bagarai. 
Namun, sebelum sampai di Kantor KPUD Sitaro, massa dihadang aparat keamanan yang telah siap siaga dengan tameng dan pentungan. Mas-sa tidak mundur, melainkan melakukan orasi di hadapan aparat keamanan. Mereka menuntut untuk bertemu de-ngan Bagarai. Namun pihak kepolisian yang telah mem-bentuk pagar betis tidak mengizinkan massa menemui Bagarai secara beramai. 
Alhasil, hanya dua utusan dari massa pendukung Mati-made diberi kesempatan un-tuk bertemu Bagarai. Namun hasilnya nihil. Harapan berte-mu Bagarai tak kesampaian, karena dua utusan hanya dite-rima salah seorang staf KPUD Sitaro. Akibatnya, terjadi adu mulut, dikarenakan dua utus-an itu bersikeras bertemu de-ngan Bagarai, namun tetap tak diizinkan. 
“Pak Bagarai tak berada di kantor karena sedang keluar,” ungkap staf KPUD Sitaro yang menemui utusan massa Mati-made tersebut. Merasa kece-wa, dua utusan Matimade ini pun langsung balik bergabung dengan para pendukung lain-nya yang menunggu. Sebagai pelampiasan kekecewaan, massa memblokade ruas jalan Kantor KPUD Sitaro dengan menimbun batu-batu yang ada di sisi jalan dan ditimbun di tengah jalan. Hal ini dilaku-kan guna menghalangi mobil polisi yang akan lewat. Kete-gangan memuncak saat massa membakar sejumlah kayu-kayu kering yang diletakkan di atas batu. 
“Ini sebagai tanda kekecewa-an terhadap Bagarai yang tak mau menemui kami. Bagarai harus bertanggung jawab atas semua kecurangan-kecurang-an ini,” teriak mereka. Tiba-tiba, ada oknum yang melem-pari batu ke arah aparat kepo-lisian dari samping kanan yang memang kondisinya hutan lebat. 
Pancingan ini membuat se-jumlah massa Matimade ikut-ikutan melempari polisi de-ngan batu. Polisi juga diserang batu dari arah kiri yang tidak diketahui oleh siapa. Hal ini langsung dibalas polisi. Kare-na situasi makin mencekam, puluhan polisi yang dikerah-kan Polres Sangihe langsung merangsek mengejar massa pendukung Matimade. Massa yang merasa terdesak lang-sung berlarian. Namun sejum-lah orang sempat ditangkap, tapi untungnya tak ditahan. Sementara itu pascatawuran, massa pendukung Matimade langsung balik lagi menuju kampung mereka masing-masing. 
Tapi mereka berjanji akan berdemo lagi. “Sekarang to-rang sadiki. Mar tunggu jo besok (hari ini, red) pasti lebe banya yang datang. Demo ini torang mo bekeng sampe to-rang bakudapa dengan Ba-garai,” ujar beberapa orang massa pendukung Matimade. 
Sedangkan Kapolres Sangi-he AKBP Doddy Zulkarnaen saat dikonfirmasi, menya-yangkan kejadian tersebut. “Kami aparat kepolisian telah berupaya maksimal untuk mengamankan pilkada ini, karena itu diharapkan kepada semua masyarakat hindarilah sikap-sikap yang merugikan kepentingan bersama. 
Sitaro ini kan milik bersama karena itu marilah kita jaga,” imbau Zulkarnaen. Secara ter-pisah, calon Bupati Sitaro Mar-tinus Manoi SH mengatakan aksi massa tersebut merupa-kan bentuk kekecewaan ter-hadap pelanggaran-pelanggar-an yang terjadi selama pelak-sanaan pilkada. Tapi diakui-nya, telah mengimbau untuk jangan melakukan tindakan-tindakan yang berbau anarkis. 
“Sebab saya tak ingin Sitaro ini dibangun yang diawali dengan pertumpahan darah. Di samping itu juga saya telah menemui pihak KPUD Sitaro agar jangan dulu menggelar pleno, karena harus selesai-kan dulu semua pelanggaran yang ada,” tutur Manoi. 
KIRIM BRIMOB
Buntut makin panasnya si-tuasi di Sitaro pascapenco-blosan pilkada, Polda Sulut menambah aparat keamanan di Siau. Sedikitnya, 1 satuan setingkat kompi (SSK) Brimob telah dikirim. Penerjunan pasukan tambahan ini dalam rangka mengamankan situasi Sitaro menjelang pleno KPUD nanti. “Polda Sulut menam-bah pasukan satu (1) SSK Bri-mob yang diberangkatkan nanti sore (kemarin, red) de-ngan kapal polisi Gatot Kaca bernomor lambung 11. Pengi-riman ini guna menambah pasukan yang sudah dikirim sebelum kampanye, yang terdiri satu kompi Samapta dan satu kompi Brimob,” ungkap Karo Ops Polda Sulut, Kombes M Sjarifuddin SmIK, Rabu (02/07).
Menurutnya, penambahan pasukan tersebut untuk meng-antisipasi terjadinya situasi yang lebih memanas menjelang tahap rapat pleno KPUD. Di mana berdasarkan pengalaman di banyak daerah, situasi men-jadi panas saat memasuki tahap tersebut karena dalam tahap tersebut ditentukan siapa yang memperoleh suara terbanyak dalam pilkada. Meski demikian, lanjut Karo Ops, situasi di Sitaro sampai saat ini secara keselu-ruhan masih kondusif. “Kalau-ada riak-riak, itu pun masih bisa diatasi dengan baik. Tapi bagaimana pun situasinya, polisi harus tetap siaga,” ujarnya.(sal/art)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin