HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

03 Juli 2008

PFN Tomohon Bangkitkan Florikultura Indonesia


Event Pekan Florikultura Na-sional (PFN) yang berlangsung di eks Kantor Walikota Tomo-hon, Rabu (02/07) kemarin, secara resmi dibuka. Kegiatan yang diikuti 39 peserta se-In-donesia dan berlangsung hing-ga 6 Juli ini, diharapkan akan menjadi awal kebangkitan flo-rikultura di Sulut dan sekali-gus membangkitkan florikul-tura di Indonesia.
Demikian benang merah per-nyataan Menteri Pertanian RI Dr Ir Anton Apriyantono MS dan Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang dalam sambu-tannya masing-masing pada acara pembukaan PFN terse-but. Apriyanto dalam sambu-tannya yang dibacakan Dirjen Hortikultura Departemen Per-tanian RI De Ir Ahmad Dimyati MS mengatakan, gagasan pe-ngembangan Tomohon sebagai suatu kawasan khusus in-dustri florikultura merupakan terobosan yang positif dan strategis, sebagaimana yang juga dilakukan beberapa da-erah di Indonesia.
“Misalnya Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau de-ngan menjadi produsen ra-phis excelsa terbesar di Asia untuk periode 5 tahun ke de-pan. Juga seperti Magelang, Semarang dan Wonosobo dengan komoditi leather leaf yang diprediksi akan menjadi produsen terbesar di Asia da-lam lima tahun ke depan. Dan PFN di Tomohon akan mem-bangkitkan florikultura di Indonesia,” ungkapnya.
Untuk ini, lanjutnya, diper-lukan kemampuan perenca-naan yang tepat dan didu-kung semua pemangku ke-pentingan, termasuk para pe-tani produsen. Di sini sinergi-tas antarkelembagaan sangat diperlukan untuk bisa mem-bangun kawasan industri florikultura. “Pengembangan ini membutuhkan pembenah-an rantai pasokan yang ada. Dalam hal ini pelaku agribis-nis dan petani harus mampu memasok produk yang sesuai dengan keinginan tersebut,” paparnya.
Apalagi, menurutnya, pasar domestik dan dunia meng-inginkan produk tanaman hias yang diproduksi dengan kaidah GAP (Good Agricultu-ral Practises), yang meliputi ti-dak membahayakan pekerja dan ligkungan serta berkuali-tas tinggi. “Dalam keterbatas-an dana pemerintah, diperlu-kan upaya pengembangan fa-silitas investasi terpadu, pela-yanan bisnis dan perizinan terpadu masing-masing kabu-pten/kota se-Sulut. Tentunya dibutuhkan kelembagaan yang kuat dan memadai baik itu kelompok tani, gapoktan, asosiasi dan koperasi tanam-an hias dan sebagainya. De-ngan demikian eksport ta-naman hias lebih ditingkat-kan,” tegasnya.
Hal senada juga dikemuka-kan Gubernur Sarundajang dalam sambutanya yang diba-cakan Sekprop Sulut Drs Rob-by Mamuaja. Menurutnya, PFN akan memberikan kontri-busi yang nyata baik di sektor ekonomi masyarakat maupun aspek pariwisata di Sulut. “PFN di Tomohon akan menja-di awal kebangkitan florikul-tura di Sulut.’’
Sementara itu Walikota To-mohon Jefferson Rumajar SE menyambut baik pelaksanaan PFN di Kota Tomohon. Dirinya mengharapkan agar melalui kegiatan ini, upaya memba-ngun dan mengembangkan industri florikulura di Kota Tomohon nantinya akan ter-wujud dengan baik.
Di bagian lain Ketua Panitia PFN Ir Herry Rotinsulu menga-takan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan citra dan mempromosikan tanaman hias nasional yang ada di da-erah-daerah, serta sebagai media investasi, konsultasi dan kontak bisnis produk ta-naman hias. Menurut Kadis Pertanian dan Peternakan Su-lut ini, sejumlah kegiatan yang digelar di antaranya pameran dan bursa tanaman hias, se-minar nasional, kontak bisnis, lomba tanaman hias, demo merangkai bunga, kursus gratis pertanaman beberapa jenis bunga dan sebagainya.
Usai kegiatan, dilakukan kunjungan ke-39 stand peserta PFN.
Turut hadir dalam acara ter-sebut Bupati Minsel Drs Ra-moy Luntungan bersama se-jumlah pejabat Minsel, 39 per-wakilan se-Indonesia, Sekreta-ris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Anton Supit, Ketua DPRD Kota Tomohon Dra Von-ny Paat bersama sejumlah anggota DPRD.(imo)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin