|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
03 Juli 2008
|
|
Terima relokasi ke Mayondi
Bentuk Partisipasi Gereja dalam Pembangunan
|
GMIM, Selasa (01/07) lalu telah mengadakan ibadah pengutusan kepada kolom 18 dan 19 Jemaat Sentrum Manado yang merupakan warga Kampung Texas yang akan direlokasi ke Mayondi 7 Juli mendatang. Ibadah tersebut dipimpin Wakil Ketua BPS GMIM, Pdt Roy Tamaweol MTh sementara pengutusan langsung dilaksanakan oleh Ketua BPS GMIM, Pdt Dr Albert O Supit.
Dalam sambutanya Supit menyatakan bahwa apa yang dialami oleh warga GMIM yang patuh untuk direlokasi adalah bentuk partisipasi ge-reja dalam pembangunan. Se-lain itu merupakan ekspresi iman umat yang sadar hu-kum. Hal ini juga merupakan bentuk pelaksanaan panggi-lan dan tugas gereja untuk menjadi garam dan terang du-nia serta membawa berkat bagi semua orang. “Dalam hal ini orang yang percaya Yesus harus menjadi teladan mengi-kuti jejak Yesus yang merupa-kan Tuhan serta Juruslamat dunia,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut beliau juga meminta agar Pe-merintah Kota (Pemkot) Ma-nado untuk memberikan ke-pastian hukum atas lahan yang disediakan. Dalam iba-dah pengutusan itu Benda-hara, Pnt Anna Kaunang-Wo-rang dan Sekretaris Panitia HUT ke-177 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM, Pdt Roy Lengkong STh telah menyerahkan bantuan sebe-sar Rp 50 juta kepada BPMJ Sentrum untuk diteruskan kepada jemaat kolom 18 dan 19 yang akan direlokasi.
Adapun bantuan tersebut pa-nitia usahakan melalui warga GMIM khususnya yang berkar-ya dan melayani di jajaran Pemkot Manado. Bantuan ter-sebut telah diserahkan oleh Pnt Drs Josua Pangkerego MAP yang merupakan Kepala Badan Pe-ngelola Lingkungan hidup (BPLH) Manado kepada panitia HUT. Warga GMIM di Kampung Texas itu sendiri telah menya-takan tekad mereka mendu-kung sepenuhnya program penataan kota yang dilakukan pemerintah. “Kami dengan sukarela mau pindah bahkan sudah ada yang membongkar sendiri bangunan miliknya,” tukas perwakilan jemaat.(gra)
|
|