|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Induk |
03 Juli 2008
|
|
Kusir Bendi Minta Pemkab Keluarkan SK Tarif
Baru
|
Kalangan kusir Bendi di Kota Tondano meminta kepada Pemkab Minahasa untuk mengeluarkan Surat Keputusan (SK) mengenai tarif angkutan Bendi mereka. Pasalnya, pasca naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tarif angkutan tak ada kejelasan.
“Waktu BBM belum nae harga, torang minta tarif seribu rupiah per penumpang. Tapi sekarang torang ja minta dua ribu rupiah per penumpang. Torang kasiang seringkali baku ambe deng penumpang soal tarif ini. Penumpang bilang masa Bendi nda pake BBM kemudian mo senae tarif,” tutur Ben Sumanti, di dampingi teman-temannya sesama kusir Bendi, Rabu (02/07) kemarin.
Memang Bendi tak menggunakan BBM, namun menurut Sumanti, yang membuat tarif Bendi dinaikan adalah makanan untuk Kuda yang kini telah naik. “Rumput Kuda sebelumnya torang beli cuma seribu rupiah. Tapi sekarang so menjadi dua ribu lima ratus rupiah. Begitu juga dengan pakan milu, sebelumnya torang beli seharga tiga ribu rupiah per kilo, tapi sekarang so nae jadi lima ribu rupiah per kilo,” urai warga Kelurahan Kembuan, Tondano Utara ini.
Para kusir Bendi ini mengaku bahwa tarif yang diminta kepada penumpang tidak ada kejelasan. Untuk itu, mereka meminta kepada Pemkab Minahasa untuk mengeluarkan SK soal tarif Bendi.
“Ini agar supaya antara torang dengan penumpang tidak timbul percekcokan. Bisa saja kan dari percekcokan kemudian menjurus ke adu fisik,” tandasnya meminta.(jok)
|
|