HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Kota Tomohon dan Sekitarnya

03 Juli 2008

Dukung Muskot Ulang, OKP Nilai Tampi tak Dewasa


Polemik Musyawarah Kota (Muskot) KNPI Kota Tomohon yang berbuntut pada ancaman pidana oleh Panitia Pelaksana Muskot II KNPI sebagaimana disampaikan Stevi Tampi se-laku pimpinan sidang, ditang-gapi oleh beberapa Organisasi Kepemudaan (OKP) Tomohon. 
Tanggapan tersebut datang dari Novri Makalew (Sekretaris Jenderal PMKRI), Donald Ku-hon (Komando Inti Mahatidana Pemuda Pancasila), James Mandagi (MAPANCAS), Hen-dri Pusung (Wirakarya), Albert Lalandos (GAKARI), Reynald Wanget (MKGR) dan Nurhayati Suratinoyo dari OKPI. 
Lewat release yang diterima harian ini, Rabu (02/07), para OKP tersebut menyatakan, proses dialektika dan dinamika muskot telah melahirkan bebe-rapa komitmen moral yang di-sampaikan pihak panitia. Di ma-na keputusan sepenuhnya ten-tang muskot II KNPI Tomohon di-serahkan pada DPD I dan apa-pun keputusannya harus dite-rima oleh semua pihak dengan legowo. 
Para OKP ini mencontohkan pleno terbuka DPD I KNPI yang dilaksanakan pada 20 Juni 2008 di Sekretariat DPD I yang diha-diri panitia muskot dan DPD II Tomohon serta OKP-OKP yang ada di Tomohon.
“Waktu itu mereka (panitia, red) menyatakan secara resmi bahwa keputusan muskot II KNPI To-mohon diserahkan penuh kepa-da DPD I. Dan apapun yang akan menjadi keputusan harus dihor-mati oleh semua pihak,” ung-kapnya.
Tapi anehnya, lanjut para OKP ini justru keputusan dari DPD I tidak dihormati panitia dan ma-lah mengambil keputusan untuk mempidanakan lewat PN Ton-dano. “Ini kan sebuah sikap yang tidak dewasa” papar me-reka. 
Sementara di tempat terpisah Wandi Wewengkang selaku Mandataris Pemuda Katolik To-mohon dalam Muskot II KNPI menyatakan, sikap panitia masih dalam tataran reaksioner dan politis ketika ada keputusan DPD I. 
“Sikap mempidanakan DPD I merupakan sebuah reaksi poli-tik. Dan itu wajar, tapi harus di-dasarkan pada fakta hukum yang jelas dan bukan hanya pada asumsi-asumsi politis yang tidak bernilai,” ujar Weweng-kang. 
Wewengkang menilai, kepu-tusan DPD I yang menunjuk caretaker merupakan sebuah keputusan yang bijaksana da-lam tataran pengawalan nilai demokrasi dan perwujudan semangat kelembagaan KNPI sebagai tempat berhimpun semua potensi orang muda. 
“Sebaliknya, ketika OKP-OKP tidak diakomodir dan pro-ses persidangan dalam muskot tidak sesuai mekanisme, maka KNPI sudah tidak layak dika-takan sebagai wadah berhim-pun potensi kepemudaan yang menjunjung tinggi nilai de-mokrasi dan semangat keber-samaan dalam keragaman,” tukasnya.(imo) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin