|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Tribun Olahraga
|
02 Juni 2008
|
|
Softball Tidak Layak Ikut
PON
|
Jika mengacu kepada apa yang pernah diucapkan oleh Ketua Umum KONI Sulut, SH Sarundajang, bahwa PON kali ini adalah PON prestasi, yaitu hanya cabang yang berpeluang meraih medali saja yang di-kirim ke PON, itu berarti soft-ball tidak layak ikut PON. Pa-salnya, di Pra-PON lalu, mereka hanya menempati peringkat kedelapan dari delapan pe-serta.
Dalam beberapa kali kesem-patan, Sarundajang mengata-kan hanya cabang yang ber-peluang medali saja yang akan dikiirm ke PON. Hal itu mengingat dana yang disedia-kan Pemprop Sulut untuk PON hanya Rp 7,5 miliar.
Beberapa cabang yang mera-sa peluangnya kecil meraih medali di PON telah mengikuti anjuran tersebut, dan dengan besar hati bersedia untuk ti-dak berangkat ke PON, seperti Bola Voli, Bola Basket, Drum Band, dan beberapa cabang lainnya. Saat tampil di Pra-PON, Bola Voli menempati pe-ringkat tujuh dari 30 peserta, sedangkat Bola Basket pering-kat dua wilayah timur. Drum Band sendiri mundur karena mereka merasa jika persiapan (pelatda) yang dilakukan ku-rang dari dua bulan, mereka tidak bisa menjamin medali di PON. Padahal di Pra-PON, ca-bang yang satu ini meraih me-dali emas dan perak.
Menyikapi hal ini, Kabid Bin-pres KONI Sulut, Prof Dr Hen-ky Rogi mengatakan, kalau da-na yang ada cukup, mungkin semua cabang bisa diberang-katkan.
“Tapi karena dananya sangat terbatas, jadi apa yang dikata-kan oleh Ketua Umum KONI Sulut, SH Sarundajang adalah benar, yaitu hanya cabang yang berpeluang meraih me-dali saja yang dikirim,” ujarnya kepada Komentar, Minggu (01/06).
Dijelaskannya, jika softball ngotot untuk berangkat, ca-bang yang lain juga seharus-nya diberangkatkan. Kalau softball yang jumlah atletnya 15 orang diberangkatkan, se-harusnya panjat tebing yang atletnya hanya tiga orang juga bisa. Ia kemudian mengata-kan, sebaiknya dana yang akan dipakai untuk memberangkat-kan softball digunakan se-maksimal mungkin cabang yang sangat berpeluang me-raih medali, dan telah mem-persiapkan diri sejak jauh hari, seperti anggar, pencak silat, dan cabang lainnya. “Pe-tinggi KONI Sulut seharusnya tegas dalam menentukan ca-bang yang akan ikut PON,” tukas Rogi.
Ironis memang, kalau se-andainya softball jadi dibe-rangkatkan ke PON. Di satu sisi, persiapan Sulut mengha-dapi PON tersendat-sendat karena minimnya dana, tapi di sisi lain, cabang dengan pe-luang meraih medali sangat ke-cil, dipaksakan berangkat, se-perti halnya softball, yang ketua umumnya adalah Fabian Sarundajang.(jou)
|
|