|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Bolaang Mongondow
|
02 Juni 2008
|
|
Komisi III Tangani Kasus Kekerasan Pelajar
|
Ketua Komisi III (dulunya Ko-misi C, red) Dekot KK, Denny Mokodompit mengaku prihatin karena aksi kekerasan pelajar masih selalu terulang di dunia pendidikan. Karena itu, komisi-nya akan turut menyelesaikan kasus dugaan pemukulan kepa-da siswa SMKN 1 Kotamobagu bernama Viviana Mamonto (17) yang tengah ditangani Polres Bolmong.
Dikatakan, pihaknya mema-hami pendidikan adalah urusan internal sekolah. Namun kalau murid menjadi korban aksi ke-kerasan oleh oknum guru lalu berani melapor di polisi, maka sa-ngat kecil kemungkinan dia ber-bohong. “Tujuan kami semata un-tuk menimbulkan efek jera, agar aksi kekerasan kepada murid tidak selalu terulang. Sebab bukan zamannya lagi kekerasan untuk mendidik,” ungkap mantan Ketum KPBIBM ini.
Mokodompit juga mengimbau semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang ber-jalan. Kalau memang oknum guru yang dilaporkan yakin tidak me-mukul muridnya, jangan pernah takut dihadapkan pada hukum.
“Jangan sebaliknya. Murid yang menyerahkan masalahnya kepa-da hukum, justru ditekan lalu di-ancam tidak memberikan surat pindah bila tidak kembali lapor-annya. Ini sama saja dengan ti-dak menghormati hukum. Kalau memang oknum guru yang dila-por itu merasa tidak bersalah, mengapa laporan polisi harus disuruh tarik,” ujarnya lagi.
Dalam bahasa sederhana, Mo-kodompit mengulang kembali pernyataan oknum guru berinisial IWS, bahwa kalau dia memukul dengan tangan terbuka, maka muridnya bisa saja mati. “Berarti kalau ditampar dengan telapak tangan bagian belakang, wajar kalau muridnya mengalami pu-sing,” sindirnya.
Sebelumnya, IWS mengaku, dirinya tidak memukul Viviana hingga pusing, kecuali hanya menampar dengan bagian bela-kang telapak tangan. Peng-akuan itu turut diperkuat oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan B Nupoyo, Pembina Osis Masyuri Podomi serta guru BP, A Tatipan.
Mereka semua pun mengaku tidak akan memberikan surat pindah kepada Viviana apabila laporan ke polisi tidak ditarik. Dengan alasan, masalahnya harus diselesaikan dulu, sebe-lum pindah ke sekolah lain.(tus)
|
|