HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 

NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Ekonomi dan Bisnis

02 Juni 2008

Lintas Berita Ekonomi


IDX Sosialisasiksn Edukasi Pasar Modal
Maraknya investasi ilegal seperti kasus pencucian uang seperti yang dilakukan PT WBG beberapa tahun lalu, membuat sejumlah masyarakat mulai tak percaya akan binis investasi di pasar modal. Namun untuk kembali memulihkan kepercayaan agar merasa aman dan dijamin oleh hukum maka, Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Jakarta), Jumat (30/05) siang melakukan sosialisasi pengetahuan bagi para calon investor Sulut melalui program Edukasi Pasar Modal, di Hotel Gran Central Manado.
Ferly Mewengkang selaku kuasa perwakilam IDX di Manado mengatakan kegiatan yang dilakukan tersebut adalah tak lain untuk memberikan pemahaman yang benar dan tepat, tentang cara yang baik berinvestasi di Pasar Modal. Kegiatan tersebut juga berkerja sama dengan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Damai Sejahtera Sulut, tukasnya.
Rini salah satu peserta justru menyambut baik program tersebut, selama ini dirinya ragu untuk berinvestasi melalui pasar modal.” Ternyata investasi di pasar modal setelah dipelajari lebih menguntungkan dibanding usaha lain yang beresiko tinggi,” ujarnya usai mengikuti acara tersebut. (wel)

Brt Cadangan; IKM Dituntut Perbaiki Kualitas Kemasan Produk
Salah satu factor yang cukup mempengaruhi kurangnya nilai jual hasil Industri Kecil Mengengah (IKM) Sulut, diantaranya dari sisi kualitas kemasan. Hal itu turut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Gemmy Kawatu SE MSi, kepada sejumlah wartawan, Kamis (29/05) kemarin. “Memang, sampai sekarang ini hasil IKM Sulut banyak yang belum bisa berkembang bahkan bersaing dengan produk dari daerah luar. Hal ini dilatar belakangi oleh masih kurangnya kualitas kemasan dan merk (brand) hasil IKM Sulut, yang kemudian hal ini menjadi pemicu rendahnya minat pembeli terhadap produk daerah ini. Begitupun bagi sisi IKM dalam hal memperluas jaringan pemasaran,” tandas Kawatu. Terhadap permasalahan ini, lanjut Kawatu, pihaknya akan berupaya mengambil langkah-langkah, apalagi menurutnya pasca kenaikan harga BBM, salah satu sector yang cukup terpukul adalah keberadaan IKM ini. “Salah satu program jangka pendek kita saat ini adalah berupaya meningkatkan kualitas kemasan atau cashing produk, merubah desain menjadi lebih bagus, begitupun branding dan masalah pemasarannya,” jelasnya. Menurut Kawatu, bila packaging atau kemasan produk dibuat menjadi lebih bagus maka akan meningkatkan rasa percaya dari konsumen saat hendak memilih hasil IKM daerah ini. Apalagi di era persaingan produk yang semakin kompetitif ini, yang namanya kemasan menjadi salah satu ‘senjata’ dalam usaha memenangkan persaingan. Hal ini tentunya terkait pula dengan kebiasaan konsumen dalam berbelanja yang menginginkan serba cepat dan praktis. Ketika melihat kemasan dengan bentuk dan warna yang unik, tentu saja akan lebih menarik perhatian konsumen dibandingkan dengan kondisi kemasan yang hanya biasa saja.(wel)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin