|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
02 Juni 2008
|
|
Depot Pertamina Bakal
Dipindahkan ke Gorontalo
|
Juru Bicara Pertamina Pu-sat, Wisnuntoro mengatakan, kemungkinan Depot Pertami-na di Bitung, akan dipindah-kan ke Gorontalo. Tapi sejauh ini dia mengakui, masih men-cari lokasi yang tepat. “Tapi kemungkinan Depot Pertami-na berlokasi di Gorontalo (nanti),” tukasnya saat dita-nyai Komentar di Jakarta, kemarin (01/06).
Namun begitu, Wisnu meng-akui pemindahan tersebut memerlukan waktu yang cukup lama. “Perlu waktu dua tahun untuk melakukan pe-mindahan dan beroperasinya kembali Depot Pertamina baru,” katanya seraya menje-laskan, penghentian distribu-si lalu karena Pertamina me-mang tidak ingin dianggap me-lakukan penyerobotan lahan.
Hanya saja soal itu sudah clear setelah berdialog dengan Muspida, di mana Muspida telah meminta Pertamina agar mendistribusikan BBM dan menjaminnya. Sedangkan pihak ahli waris melalui peng-acaranya, Noldy Sulu SH mengatakan, pihaknya nanti akan memberikan waktu tiga bulan bagi Pertamina untuk angkat kaki.
‘’Jika pengadilan telah me-nyerahkan lahan itu ke kami (ahli waris), maka kami akan memberikan waktu tiga bulan bagi Pertamina untuk pin-dah,’’ ungkap Sulu kepada ko-ran ini. Dia juga menegaskan, karena eksekusi sudah ber-jalan, maka tidak ada lagi negosiasi soal harga ataupun transaksi pembayaran.
Proses pembayaran atau jual-beli terhadap lahan tersebut bisa dilakukan sete-lah pihak pengadilan sudah menyerahkan tanah itu ke ahli waris. Sedangkan Wakil Ketua DPRD Sulut, Arthur Kotambunan mengatakan, proses hukum harus ditaati semua pihak, termasuk Per-tamina.
Soal depot akan dipindah ke Gorontalo, diakuinya tentu akan merugikan income bagi Sulut. Tapi masalah hukum tetap harus dikedepankan. Hanya saja dia mengingatkan, di mana pun Depot Pertamina berada, mereka harus menja-lankan fungsinya menyalur distribusi BBM.
Pada bagian lain, dari Bol-mong, masyarakat di sana meminta Pertamina tidak mengaitkan eksekusi dengan penyaluran BBM.
Ketua Formak Forum ma-syarakat Kotamobagu) Ando Lobud ST dan Ketua LPKEL Reformasi Effendi Abdul Kadir me-warning kepada koperasi bentukan Pertamina yang mengelola pendistribusian BBM, agar jangan lagi meng-hubungkan eksekusi lahan dengan pendistribusian BBM.
“Eksekusi jalan terus se-bagai bentuk penghormatan kepada hukum. Tapi jangan kemudian harus mogok kerja dengan tidak mendistri-busikan BBM. Sebab masya-rakat yang tidak tahu, bakal berpikir tidak baik kepada pemerintah akibat ketiadaan BBM di SPBU,” sorot Ando yang diaminkan Kadir.
Kedua perwakilan warga Bolmong ini juga menyam-paikan dukungan penuh terhadap upaya Kapolda Su-lut untuk melakukan tindak-an yang dianggap perlu demi lancarnya pendistribusian BBM ke semua SPBU. Sebab jika Kapolda tidak bertindak, bukan tidak mungkin mereka akan kembali melakukan pe-mogokan distribusi, sehingga pengemudi kendaraan di Bolmong akan berteriak lagi.(tus)
|
|