|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
02 Juni 2008
|
|
Ny Sientje Dianugerahi
Adam Malik Award
|
KEPEDULIAN Ny Dra Sientje Sondakh Mandey (SSM) ter-hadap masalah trafficking, menuai penghargaan khusus bagi mantan First Lady Sulut ini. Buktinya, Jumat (30/05) lalu di Denpasar, Bali, anggo-ta DPD/MPR RI utusan Sulut ini, menerima penghargaan sebagai pejuang anti perdaga-ngan perempuan dan anak (trafficking) oleh Yayasan Adam Malik Centre.
Selain menerima penghar-gaan, SSM juga didaulat men-jadi salah satu pembicara dalam acara seminar sehari bersama mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso, dengan key-note speaker Ketua DPD/MPR RI, Ginanjar Kartasasmita dan moderator Dubes Indone-sia untuk Thailand.
Selain SSM, ada dua ang-gota DPD/MPR RI lainnya yang menerima penganuge-rahan yang sama, masing-masing Prof DR Usop sebagai pemerhati lingkungan (ang-gota DPD utusan Bali), dan Ida Aayu SH, pemerhati pari-wisata (anggota DPD utusan Kalimatan Tengah).
Kepedulian SSM terhadap bisnis perdagangan orang, mulai nampak ketika ia mem-perjuangkan diterbitkannya Perda Anti Trafficking di Sulut pada 2004 lalu. Dan Perda Anti Trafficking Sulut ini ke-mudian menjadi pilot project terbitnya Undang-undang Pemberantasan Tindak Pida-na Perdagangan orang (UU PTPPO). Tidak heran jika saat pembahasannya, SSM secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Panitia Kerja, di mana pada awal April 2007, ter-bitlah UU tersebut sebagai UU No 21 Tahun 2007.
Selain peduli dengan anti perdagangan orang, SSM juga memperjuangkan beberapa hal menyangkut kepentingan masyarakat, antara lain terca-painya agreement (persetuju-an) delapan negara dengan pemerintahan Indonesia ten-tang perlindungan TKI di luar negeri. Kemudian adanya affirmatrive action (perlakuan khusus) terhadap buruh perempuan, yakni antara lain mendapat cuti hamil 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan sesudah melahirkan, cuti haid hari 1 dan hari 2 masa haid. Selanjutnya mendapat hak untuk kembali ke rumah untuk menyusui anak. Pa-brik/perusahaan menyedia-kan tempat khusus untuk me-nyusui bayi yang ke semua-nya tanpa potongan upah.
SSM juga berhasil mengang-kat kerukunan hidup antar umat beragama di Sulut, dengan adanya BKSAUA untuk dijadikan agenda pada forum-forumDPD. Hal terse-but dapat dilihat dengan lahirnya FKUB di seluruh Propinsi di Indonesia.
SSM mengaku, masih ba-nyak hal lain yang hendak ia perjuangkan di DPD/MPR RI, antara lain pengadaan Ru-mah Sakit Daerah (RSD) di kabupaten/kota, pengadaan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT), yang khusus mengatasi masalah reproduksi perem-puan dari keluarga keluarga yang tidak mampu di rumah sakit pemerintah. Selain itu, paparnya, juga perjuangan pembentukan crisis center di ibukota propinsi maupun kabupaten/kota untuk mena-ngani korban kasus perem-puan dan anak, mendorong realisasi anggaran 20 persen dana pendidikan, pembangunan pusat latihan dan pengem-bangan bakat bagi generasi muda, serta terus mendorong pemerintah untuk mengalokasi-kan dana melalui APBN/APBD guna pendirian taman bermain/play group untuk me-ningkatkan program Pendi-dikan Anak Usia Dini (PAUD).
Melihat perjuangan SSM yang mampu membawa permasa-lahan dan kebutuhan masya-rakat ke tingkat pusat, serta melihat banyaknya persoalan yang membutuhkan perjua-ngan maka SSM mengaku siap untuk ikut pemilu mendatang, “Memang sudah banyak yang berhasil duperjuangkan, tetapi masih jauh lebih banyak yang harus diperjuangkan lagi. Sehingga saya sudah bertekad untuk melibatkan diri dalam pencalonan anggota legislatif DPD MPR RI periode berikut,” ujar SSM.(ftj)
|
|