|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Manado dan Sekitarnya
|
02 Juni 2008
|
Wakil Ketua Komisi D, Agus-tin Kambey membantah jika kunjungan sejumlah anggota dewan (Dekot) ke Belanda un-tuk pelesir. Menurut Kambey kunjungan ke Belanda karena memenuhi undangan dari ke-dutaan besar di sana.
“Kami ke Belanda tidak un-tuk berlibur, tetapi kami da-tang bersama tim kesenian dan kadis pariwisata serta
sejumlah anggota dewan, untuk menghargai undangan dari kedutaan besar disana. Dan kunjungan kami juga un-tuk mempromosikan Sulut,” tegas Kambey Minggu (01/05).
Ia juga membeberkan nama-nama anggota dekot yang ke Belanda antara lain, Didi Syafii, Mor Bastiaan, Beny Parasan, Ronald Mapaliey.
Sebelumnya kunjungan Kambey sempat dikritisi Sek-retaris PDI Perjuangan, Drs Ronny Eman karena ada hal yang lebih penting yang harus diperhatikan yaitu, kesejahte-raan Masyarakat Manado akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM)
“Anggota dewan harus ada ditengah-tengah rakyat untuk memperjuangan nasib mereka dan mengkritisi kenaikan BBM, bukan malah bepergian ke Belanda,” katanya.
Sebelumnya Koordinator Pascasarjana Unsrat, Altin Tumengkol SIP mengatakan, jika memang dewan kota mela-kukan studi banding, ia meni-lai hanya menghambur-ham-burkan uang rakyat.
“Saya menilai sangat lucu ra-sanya ketika kenaikan Bahan Bahan Minyak harus di-studi banding-kan karena ini tidak tepat sasaran. Lebih konkret apabila studi lapangan lang-sung melihat penderitaan rak-yat untuk diperjuangkan,” ujarnya.(aan)
Manado, KOMENTAR
Pelaksanaan Free Car Day bagi pemerintah Kota Manado, betul-betul diseriusi. Hal ini dapat dilihat dari konsisten-sinya pemerintahan Walikota Jimmy Rimba Rogi menggelar kegiatan ramah lingkungan tersebut.
Kegiatan bebas tanpa kenda-raan bagi jajaran Pemerintah Kota Manado ini, sudah dua kali digelar. Selama pelaksa-naannya, masyarakat bisa me-rasakan manfaatnya. Selain berkurangnya polusi udara akibat emisi gas buang dari kendaraan, juga bisa mence-gah kemacetan.
Karena besar manfaatnya, maka hajatan tersebut kem-bali akan digelar hari ini. Para pejabat Manado tidak diperke-nankan menggunakan kenda-raan dinas ataupun pribadi ke kantor. Hal ini pun dibenarkan Sekretaris Kota Manado, Dr Ir GSV Lumentut MSi saat di-konfirmasi tadi malam. “Betul kita akan laksanakan,” tandas Lumentut.
Karena itu, Lumentut yang juga mantan Kadis SDA Sulut ini, rencananya akan ke kan-tor pagi ini dengan mengen-darai sepeda seperti yang per-nah dilakukannya beberapa waktu lalu. “Rencananya de-mikian,” tukas Lumentut.
Seperti diketahui, Walikota Manado, Jimmy Rimba Rogi be-berapa waktu lalu menegaskan,
free car day tersebut akan dilaksanakan secara rutin oleh Pemkot Manado. “Kita akan laksanakan sebulan sekali ka-rena ternyata bisa mengurangi emisi gas buang di udara, se-bagaimana hasil pengukuran lalu,” tandas ketua DPD Gol-kar Sulut ini.
Dan bagi PNS Manado yang tidak menaati program ini, lan-jut Lumentut lalu, akan dike-nakan sanksi. “Pasti ada sank-sinya bagi PNS yang melang-gar ketentuan,” tegasnya.
Sementara dari pantauan selama pelaksanaan lalu, ter-nyata masih ada juga PNS yang tidak taat terhadap ke-tentuan ini. Buktinya Lapa-ngan Sparta Tikala masih di-penuhi mobil yang terparkir, dimana sebagian besar adalah milik para pejabat Manado.(ami)
Pasar Bersehati Semrawut
Manado-kesemrawutan nampaknya mulai terjadi di Pasar Pinasungkulan dan Ber-sehati. Terpantau harian ini, di dua pasar terbesar di Kota Manado ini sepertinya para pedagangnya tak lagi tertib.
Pedagang di Pasar Pina-sungkulan nampak mulai ber-jualan di jalan, akibatnya sam-pah nampak berserakan. Bah-kan tumpukan sampah juga sering terjadi karena tak di-angkut.
Hal demikian juga terlihat di Pasar Bersehati, dimana bau menyengat akibat tumpukan sampah yang sudah mem-busuk.
Di Pasar Pinasungkulan, akibat seringnya para peda-gang berjualan sampai ke ba-dan jalan membuat kemace-tan kendaraan sering tak tere-lakan. “Penataan di Pasar Pina-sungkulan sudah tak maksi-mal lagi. Lia jo bagaimana mo bajalang itu kendaraan, pe-dagang so kuasai badan jalan. Penataan Pasar terkesan se-tengah-setengah. Tu hari so baik tapi skarang so nda ter-jaga,” keluh Oby sopir angkot.
Sementara itu di Pasar Ber-sehati, baik di dalam maupun di luar pasar sering tercium bau menyengat. Terlihat sampah berserakan di mana-mana.
Hal ini tentunya mendatang-kan keluhan warga, terlebih mereka yang sering beraktifi-tas di dua pasar tersebut. “Ke-adaan pasar sudah mulai tak terjaga. Lia jo itu tumpukan sampah so beberapa hari ini tidak di angkut,” ujar Rony se-orang warga yang saat itu se-dang beraktifitas di Pasar Bersehati.(bly)
PPI Sulut Bagi-bagi Sembako
BAKTI sosial (Baksos) Pur-na Paskibraka Indonesia Su-lut diwarnai dengan membagi-bagikan sembako kepada 120 Kepala Keluarga (KK) masya-rakat pra sejahtera. Masya-rakat yang mendapat bantuan ini adalah yang tinggal di Kelurahan Kampung Ketang Baru dan Ternate Tanjung khususnya yang tempat tinggalnya di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS).
Ketua Purna Paskibraka In-donesia Sulut, Henrik Manos-soh SE MSi AK menjelaskan, sasaran PPI di dua kelurahan ini, karena merupakan daerah
rawan banjir.
“Jadi mereka memang layak untuk dibantu. Belum hilang kesedihan dilanda banjir beberapa waktu lalu, masya-rakat sudah dihadapkan dengan kondisi ekonomi saat ini, dimana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berpengaruh pada kenaikan bahan pokok lainnya,” ujar-nya.
Turun langsung ke lokasi menyerahkah sembako be-rupa satu paket terdiri dari lima kg beras, lima supermie, satu kg gula, satu dos teh sariwangi dan satu bungkus kopi diantaranya, Joanne, Ferdinand, Juven P, Ju-wita.(aan)
|
|