|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
02 Juni 2008
|
|
Walikota-KPU jangan konspirasi
Pilwako Kotamobagu 20 Agustus Dinilai Sangat Terlambat
|
Jika tak ada aral melintang, hari ini (02/06), KPU Bol-mong akan menyerahkan rancangan jadwal tahapan pelak-sanaan Pilwako kepada Pemkot dan Dekot KK. Terkait dengan itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kotamobagu, Ishak Sugeha, mengingatkan tiga institusi ini agar mem-pertimbangkan hari pemungutan suara.
Menurut Sugeha, baiknya dilaksanakan akhir Juli atau awal Agustus. 20 Agustus, dianggap sudah sangat ter-lambat. “Persoalannya, jika pemungutan suara 20 Agus-tus berarti tinggal sebulan lagi jabatan penjabat walikota berakhir, yakni 23 September. Apabila terjadi dua kali pu-taran karena tidak ada kan-didat yang memperoleh du-kungan 30 persen atau lebih, maka jabatan waliktoa tentu harus diperpanjang lagi. Yang dikhawatirkan Pilwako belum tuntas sampai Oktober, se-mentara aktivitas pilkada di seluruh daerah dibatasi ha-nya sampai bulan Oktober. Karena menjelang Pemilu dan Pilpres 2009,” jelas Sugeha.
Sedangkan soal alasan KPU bahwa tender harus 45 hari, memang itu sudah sesuai dengan Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Peng-adaan Barang dan Jasa Pe-merintah. Namun Ishak Su-geha berpendapat masih bisa dipersingkat jadi 35 hari. Antaranya dengan memper-pendek masa evaluasi. Sebab yang tidak bisa diubah hanya masa pengumuman dan pengambilan dokumen, serta masa sanggahan.
“Sekali lagi saya sarankan agar Pilwako idealnya akhir Juli atau sebelum 10 Agus-tus,” kuncinya.
KONSPIRASI
Di sisi lain, terkait penun-daan tersebut, menuai sorot-an berbagai elemen masyara-kat KK. Sebab terkesan ada-nya konspirasi antara KPU dan walikota. “Entah apa tu-juannya, tetapi kami melihat bahwa penundaan ini meru-pakan satu bentuk kons-pirasi. Dan sangat disayang-kan karena diduga kuat per-masalahan ini melibatkan pihak-pihak yang harusnya memperlancar Pilwako,” kata Refly Mokodongan dan Su-yono Datundugon, menyikapi polemik Pilwako yang tak kunjung selesai tersebut.
Dikatakan warga KK lain-nya, Rum Daun saat ini pi-haknya sudah sangat meng-harapkan lahirnya seorang walikota pilihan rakyat. “Te-tapi kalau kemudian diha-langi begini, bisa-bisa rakyat marah. Dan saya kira baik walikota maupun KPU jangan sampai membuat rakyat ma-rah baru bertindak,” tukas-nya tegas.
Ditambahkan, Johanis Ma-nopo dan Rusly Monoarfa, sejauh ini pihaknya melihat bahwa tidak ada upaya positif dari penyelenggara untuk melaksanakan Pilwako sesuai jadwal. “Mereka justru sibuk menunda jadwal Pilwako se-mentara tahapannya tidak diseriusi,” tukas mereka.
Kondisi ini sangat disa-yangkan, sebab sejumlah daerah pemekaran lainnya tidak ada yang menunda Pilkada dan tetap berjalan sebagaimana yang sudah diagendakan sebelumnya. “Dan yang penting diingat suksesnya pejabat walikota mengemban tugas, diukur dengan pelaksanaan Pilwako karena itu adalah tugas uta-manya,” tukas tukas Moko-dongan.(tus/ami)
|
|