|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Mimbar dan Keagamaan
|
02 Juni 2008
|
Warga GMIM Diminta Kembangkan Pendidikan
HUT Pekabaran Injil dan Pen-didikan Kristen (PI-PK) GMIM ke-177 secara resmi dibuka Ke-tua Badan Pekerja Sinode (BPS), Pdt Dr AO Supit dalam ibadah di Aula Kantor Sinode, Sabtu (31/05) lalu. Pembukaan ke-giatan tersebut ditandai dengan dikeluarkan Surat Pengemba-laan BPS untuk seluruh jemaat yang tersebar di tujuh kabu-paten/kota, 93 wilayah dan 857 jemaat.
Dalam surat pengembalaan-nya tersebut, Supit menyata-kan seluruh komponen pela-yanan GMIM harus ambil per-hatian sungguh pada pengem-bangan pendidikan dengan memperhatikan sarana prasa-rana pendidikan yang ada dan dikelola GMIM.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana HUT PI-PK GMIM Tahun 2008, Pnt Dr JPA Lu-mentut-Runtuwene dalam sam-butannya menyatakan momen-tum HUT ini harus membuat ki-ta sebagai jemaat menumbuh-kembangkan tekad dalam ke-satuan pikir dan kesatuan lang-kah melaksanakan amanat Tu-han Yesus kepada para murid. “Sebab itu kepada kita sekalian umat Tuhan masa kini yang ke-mudian ditegaskan kembali oleh Rasul Paulus supaya kita satu dan sehati serta sepikir maka dengan tekad itu kita dalam ke-bersamaan mengobarkan per-satuan, membangkitkan sema-ngat untuk menggelorakan ka-bar sukacita, damai sejahtera bagu dunia dan manusia,” kata Ketua Komisi Pelayanan Anak Sinode GMIM itu.
Sekretaris Umum Panitia, Pdt Roy Lengkong STh menjelaskan setelah kegiatan dibuka akan diikuti dengan pembukaan di masing-masing jemaat, ibadah keluarga pada puncak peri-ngatan 12 Juni. Selanjutnya akan digelar ibadah refleksi dan meditasi pada 20 Juni semen-tara itu ibadah syukur yang akan diikuti ratusan ribu jemaat GMIM akan dipusatkan di La-pangan Sario Manado pada Sabtu (21/06) yang dilanjutkan dengan pawai kolosal. Napal tilas serta Kebaktian Penye-garan Iman (KPI) di tujuh ka-bupaten/kota juga akan me-warnai perayaan penuh su-kacita iman itu.
Untuk kegiatan diakonal akan digelar donor darah, arakan massal bersih-bersih lingkungan dan penanaman pohon serta diakonia kepada guru di daerah terpencil di masing-masing kabupaten/kota maupun pelayana kese-hatan di jemaat kepulauan.
Dalam kegiatan itu juga Su-pit berdasarkan SK BPS GMIM Nomor 32 Tahun 2008 telah melantik panitia pelak-sana pendidikan politik bagi warga gereja yang diketuai Pnt Dr Ir GSV Lumentut MM MSi DEA, Sekretaris Pnt Frangky Mokodompis, dan Bendahara Pnt Anna Kau-nang-Worang. Turut diutus juga tiga warga GMIM masing-masing Livie Alow SSos MSi, Jefrrey Delarue ST dan Dr Frangky Tulungen yang ter-pilih menjadi pimpinan dan anggota KPU Sulut.(gra)
Panitia HUT Jemaat dan PI-PK GMIM Bethesda Dilantik
MANADO-Panitia HUT Jemaat ke-61 dan Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen (PI-PK) GMIM Jemaat Bethesda Mana-do, Minggu (01/06) kemarin se-cara resmi dilantik oleh Pdt Dr Nico Gara STh MA dalam ibadah di jemaat tersebut. Di mana ber-dasarkan SK Badan Pekerja Ma-jelis Jemaat (BPMJ) Bethesda yang diketuai Pdt Ny M Pamiki-ran Leuwol MTh ditetapkan ke-tua Pnt Ir Robby Simbar, Wakil Ketua Ir JAP Oroh, Sekretaris John Makal ST serta Bendahara Sym Ny Dra J Pangaila Kolow serta wakil Sym Ny H Rondo-nuwu-Koloay SH.
Di samping itu Brigjen Pol Bek-to Suprapto MSi serta Ny dr De-wi Suprapto-Natareni yang juga dikenal sebagai Kapolda Sulut bersama istri dalam kesempatan tersebut memberikan diri seba-gai penasehat bersama Ir Karel Sampepajung GM PT PLN Sulut-tenggo, Drs Frans Wagey serta dr Fione Suling-Pangemanan MSi. Di mana panitia ini berte-kad melaksanakan tugas yang telah diembankan BPMJ untuk melaksanakan tiga tugas pang-gilan gereja.
Seusai pelantikan dalam per-temuan bersama penasehat, pa-nitia telah memutuskan untuk merayakan bersama HUT PI-PK GMIM pada 12 Juni mendatang dengan menggelar Kebaktian Penyegaran Iman sebagai tugas awal. “Diharapkan juga ada pro-gram kegiatan lain yang dapat menjawab kebutuhan warga je-maat dan gereja pada umumnya sesuai amanat BPS GMIM,” jelas Pnt Ir Robby Simbar.
Pdt Nico Gara dalam khotbah-nya sekaligus harapan kepada panitia agar juga turut memper-hatikan diakonia sebagai salah satu wujud tugas gereja sebab banyak warga gereja yang masih membutuhkan uluran bantuan. “Kita jangan kemudian menya-lahkan orang yang memberikan diakonia dengan kepentingan politis tapi malah harus intros-peksi apa kita sudah melak-sanakan tugas panggilan ter-sebut,” tandasnya.(gra)
|
|