HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

02 Juni 2008

Pancasila, Simbol Pemersatu


TANGGAL 1 Juni kemarin, kita memperingati hari lahirnya Pan-casila. Momentum ini seharusnya menjadi saat untuk mere-nungkan ulang mengenai kehidupan kita sebagai bangsa, yang hidup dalam keberagaman dan kehidupan sebagai sebuah negara bernama Indonesia dalam keberagaman dan konflik SARA.
Negara kita adalah negara yang secara historis amat lekat dengan keberagaman. Unsur SARA mau tidak mau, telah menjadi suatu bagian dari diri kita, yang diperoleh setiap warga negara persis ketika baru lahir. Siapapun dia, setiap orang yang bernama WNI membawa unsur itu ke dalam dirinya. Jadi bisa dibayangkan bagaimana jutaan warga negara kita memiliki keberagamannya masing-masing, bernama identitas diri. Mulai dari pulau paling barat sampai dengan pulang paling timur, dari utara sampai dengan bagian selatan, semuanya adalah “rumah” bagi jutaan identitas. Dalam perspektif sejarah, bayangkan berapa banyak identitas yang harus disatukan, berapa banyak latar belakang yang harus dimaknai, dan berapa banyak unsur budaya yang harus dipahami, jika kita ingin menjadikannya satu. Beruntunglah, pe-nyatuan itu tidak perlu terjadi.
Pancasila, yang “dilahirkan” 1 Juni tadi, seolah menjadi penyatu yang amat kharismatis. Ternyata, hanya dengan kata Pancasila saja, semua keberagaman tadi bisa dimaknai secara utuh, tetapi dalam bingkai sebuah kesepahaman bahwa Pancasila adalah alas bersama. Memang bangsa dan negara kita ini amat beruntung punya Pancasila. Banyak dengan keberagaman yang amat tinggi, menyerupai kita, bahkan sudah tidak mampu lagi, beberapa di antaranya malahan sudah musnah. Mungkin kita patut mensyukuri berkah kita, atas Pancasila tadi. Jangankan dengan keberagaman yang mencapai ratusan, di negara dengan hanya dua kebera-gaman saja, ancaman perpecahan melanda terus menerus dan tidak putus-putusnya. Di negara dengan keadaan seperti ini, untuk memikirkan nasib dan masa depan bangsa saja kelihatannya amat mustahil.
Peluang besar kita adalah karena kita selalu menggunakan Pan-casila sebagai pemersatu. Ini adalah peluang yang sangat luar biasa dan seharusnya membantu kita menjadi lebih baik. Kete-nangan dan kedamaian sosio politik yang masih tersisa karena kesepakatan kita atas nama Pancasila, seharusnya membawa kita lebih semangat lagi dalam membangun negeri ini dan men-jadikannya lebih baik. Pancasila, adalah rumah bersama kita, tempat kita masing-masing hidup dengan identitas kita sendiri, tetapi tempat kita pun bisa berinteraksi di antara sesama kita sendiri yang berbeda. Alangkah indahnya. Mari pertahankan Pancasila.(**)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin