|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Bolaang Mongondow
|
03 Juni 2008
|
|
Mengaku BBM habis
SPBU Kotobangon Layani Pembeli Berjeriken
|
Investigasi harian ini, Senin (02/06), berhasil mengungkap sebuah pemandangan yang ironi. Ketika itu, seperti halnya di SPBU-SPBU lain di Kotamo-bagu, sudah tidak melayani pembelian BBM baik premium maupun solar dengan alasan stok habis. Namun sekitar pukul 11.10 WITA, Komentar berhasil merekam gambar aksi petugas SPBU di Kotobangon tepatnya pada anjungan solar, sedang mengisi sebuah jeriken.
Pemandangan ini menjadi sangat mengejutkan. Apalagi sebelumnya dalam perbinca-ngan ringan dengan seorang petugas di SPBU ini, disampai-kan bahwa stok BBM sudah habis terjual sejak Senin pagi. “Stok so abis. Nanti (mobil tanki, red) mo maso sabantar malam. Sama dengan tadi malam juga,” kata seorang lelaki yang meng-gunakan baju dominan merah dengan bis putih, pertanda petugas pelayanan di SPBU ini.
Saat disampaikan kepada Ka-dis Pertambangan dan Energi Bolmong, Ir Yudha Rantung, mengingat sampai sekarang perizinan dan maupun peng-awasan SPBU di Kotamobagu belum dilimpahkan kepada Pem-kot KK, Rantung langsung ber-koordinasi dengan aparat ke-amanan. “Sudah, so ada polisi yang turun mengeceknya,” kata Rantung beberapa saat setelah menerima laporan.
Belakangan ketika ditanyakan kembali, Rantung berkelit pihak-nya mau pun petugas polisi yang ke lapangan tak menemukan adanya pelayanan pembelian de-ngan jeriken. Disampaikan juga, bahwa di SPBU Kotobangon itu, stok solar masih ada, kecuali premium saja yang telah habis.
ECERAN CAPAI Rp 9.000
Pada bagian lain, indikasi telah terjadi batap BBM di sejumlah SPBU terlihat jelas pada marak-nya penjualan eceran premium dengan botol isi satu liter. Mana-kala semua SPBU telah memam-pang tulisan premium atau solar habis, ternyata premium ter-sebut masih bisa ditemukan pada penjual eceran.
Ada pun harganya cukup ber-variasi dan mencapai Rp 9.000 per botol yang katanya isi liter. Meski begitu, hasil pantauan harian ini, masih ada juga pen-jual eceran yang rela melepas dengan harga biasa yakni Rp 7.000 per liter.
“Susah ada ba antri dari tadi malam, jadi wajar kalau torang ambil untung sampai Rp 2000 per botol,” kata seorang penjual premium eceran yang mem-buka dengan harga Rp 8.000 per botol.
Bahkan pada hari Sabtu pe-kan lalu, penjualan premium sempat menyentuh Rp 15 ribu per botol isi satu liter, karena timbulnya kekhawatiran warga, yang sebelumnya tidak tahu kalau ketiadaan pasokan BBM di SPBU lantaran mogok kerja dari mobil pendistribusi BBM dari Depot Bitung.
Namun khusus di wilayah yang jauh dari SPBU, seperti di Pinolosian dan Kotabunan, ka-barnya penjualan eceran telah menyentuh Rp 15 ribu per botol isi satu liter. Kondisi ini terin-dikasi kuat dipicu oleh tersen-datnya distribusi BBM ke SPBU di Bolmong. Sudah begitu, se-tiap SPBU mengharapkan pa-sokan premium dan solar masing-masing 32 ribu liter per hari. Namun kenyataannya hanya sampai 16 ribu liter. Bah-kan khusus untuk solar, hanya dapat didistribusikan 16 ribu liter per dua hari.(tus)
|
|