|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
03 Juni 2008
|
|
Rektor Unsrat dan Unima
Gantian Kunjungi Komentar
|
SENIN (02/06) kemarin, da-pur koran ini dikunjungi dua tamu spesial secara bergan-tian. Mereka adalah Plt Rektor Unsrat (Universitas Sam Ratulangi), Prof Dr LW Sondakh MEc dan Rektor Unima (Universitas Negeri Manado), Dr Philoteus EA Tuerah MSi DEA.
Menariknya, inisiatif Son-dakh mau pun Tuerah me-ngunjungi koran ini, berte-patan di hari yang sama. Tak heran jika kru redaksi Ko-mentar sedikit surprise atas kunjungan dua petinggi uni-versitas terkemuka di Sula-wesi Utara ini.
Tamu pertama yang datang ke dapur redaksi adalah Prof Sondakh. Kunjungan pada pu-kul 11.00 Wita itu disertai se-jumlah petinggi Unsrat, di anta-ranya PR I Prof dr Butje Mo-ningka SPF (K), Dekan Fakul-tas Sastra Raymond Mawikere MHum, Dekan Fakultas Eko-nomi Prof Dra Lootje Kawet MS, serta Jubir Rektor Un-srat, Daniel Pangemanan SH.
Mereka diterima Redaktur Pelaksana Komentar, Mar-sellino Palilingan didampingi Sekretaris Redaksi Rachel Moningka, serta Redaktur Pendidikan Vivi Pamikiran bersama sejumlah reporter. Perbincangan akrab terjadi di antara kalangan akademisi dan jurnalis. Dalam kesem-patan tersebut, Palilingan banyak bertanya soal kiprah Prof Sondakh ke depan (baca berita terkait).
Prof Sondakh sendiri me-ngatakan, kunjungannya ke harian ini, selain untuk pa-mitan menjelang berakhirnya masa jabatan, juga untuk mengucapkan terima kasih, karena Komentar telah ba-nyak membantu memberikan informasi dan edukasi bagi kelangsungan pembangunan pendidikan pada umumnya, serta kampus Unsrat pada khususnya. “Minta maaf, saya sebetulnya sudah lama untuk berkunjung, tapi baru kesam-paian sekarang. Kalian (war-tawan, red) pasti tanya ke-napa di saat saya akan habis masa jabatan, saya rasa ini-lah namanya realita kehi-dupan yang perlu ada strategi keluar bukan ke dalam saja,” imbuhnya tersenyum. Sekitar pukul 12.30 Wita, Prof Son-dakh dan rombongan pamit.
REKTOR UNIMA
Sementara pada pukul 15.00 Wita, giliran Rektor Unima Dr Philoteus EA Tuerah MSi DEA bersama rombongan dari ‘Kampus Tonsaru’ yang da-tang berkunjung. Ketika mengetahui sebelumnya telah datang Rektor Unsrat cs, Dr Tuerah berkilah bahwa ren-cana kedatangan pihaknya ke dapur redaksi sudah diran-cang jauh-jauh hari.
Pembicaraan dengan Dr Tuerah tentunya sedikit lain, karena beliau baru saja di-lantik sebagai rektor, yang bertolak belakang dengan Prof Sondakh yang sebentar lagi akan mengakhiri jabatan rektor. Ditanyai soal kiatnya sehingga SK pelantikan bisa diperoleh dengan cepat, Tue-rah malah menyebutkan bahwa kekuatan media massa adalah salah satu kunci.
“Kiat pertama yang sangat penting adalah membangun informasi dengan media massa. Komentar, salah satu media yang berperan penting keluarnya SK saya (Rektor Unima),” ungkap Tuerah yang membawa hampir sebagian besar pejabat PR, dekan, serta kepala kelembagaan di Unima saat berkunjung ke dapur koran ini, kemarin (02/06).
Selain itu, lanjutnya, bagai-mana membuat suasana kon-dusif sehingga menimbulkan kepercayaan bagi pemerintah, dalam hal ini Mendiknas un-tuk kelancaran proses peng-urusan SK. “Prinsipnya harus ada pola jemput bola. Kalau ada persoalan yang terangkat di media massa, harus cepat diselesaikan,” sarannya sera-ya meminta ke depan nanti-nya, pihaknya tetap ingin menjalin kemitraan dengan pers, salah satunya program-program Unima akan disosial-isasikan lewat media. ‘’Kami juga bersedia dikritik dalam rangka untuk kemajuan (Unima),’’ tandas pakar mate-matika ini.(marsel/*)
|
|