|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
03 Juni 2008
|
|
Jelang Euro 2008 di Swiss-Austria
Pemain Dilayani bak Kepala Negara
|
GUNA meraih hasil terbaik di Euro 2008, seluruh kon-testan tak sungkan menge-luarkan uang banyak demi memberi kenyamanan pada pemain. Pelayanan itu bah-kan seperti layaknya yang disuguhkan kepada kepala negara. Lihat saja apa yang dilakukan Timnas Portugal yang menyewa 65 kamar di Hotel Neuchatel.
Penginapan berbintang lima itu merupakan salah satu yang termahal di Swiss de-ngan pemandangan Danau Beau-Rivage yang kebetulan berada dekat dengan hotel.
Bukan hanya kemewahan dan kenyamanan hotel yang didapat karena Cristiano Ronaldo cs juga mendapat pengawalan ekstra ketat layaknya presiden.
Pagar setinggi dua meter dipasang mengelilingi hotel dengan alasan keamanan Tim Portugal, sedangkan jalan setapak di taman dekat hotel juga ditutup untuk umum. Demi memberi ja-minan seluruh pemain bisa tidur nyenyak di malam hari, beberapa jalan juga akan ditutup. Sementara polisi akan berpatroli mengguna-kan perahu selama 24 jam nonstop di Danau Beau-Rivage, sedangkan suppor-ter yang melintas di dekat hotel dilarang membunyi-kan klakson dan bunyi-bunyian lain.
“Ini semua tidak berlebih-an. Kami tidak sedang me-nunggu kedatangan kepala negara untuk konferensi internasional, tapi itu demi kebaikan olahraga ini dan supaya pemain dapat beris-tirahat dengan tenang di malam hari, kenapa kami harus merasa keberatan,” ungkap Georges Prebandier, seorang penduduk Neucha-tel seperti diberitakan SwissInfo.
Kondisi serupa juga terjadi pada Tim Prancis yang menyewa 74 kamar di Hotel Mirador yang terletak di Desa Mont-Pelerin, Jenewa. Selama menginap di sana Thierry Henry cs akan dila-yani oleh 80 pelayan hotel tersebut. Kedatangan Tim Prancis yang disertai 200 sampai 300 wartawan diakui memberi efek positif buat Desa Mont-Pelerin karena akan membantu publikasi wilayah tersebut. Namun ada dampak negatif yang ditimbulkan karena kedata-ngan Les Bleus memaksa beberapa toko di sana tutup sepanjang kompetisi.
“Kepala negara, penyanyi dan atlet pernah mengun-jungi Mirador, tapi tak ada yang meminta pelayanan seperti ini,” protes Marlene, salah seorang pemilik toko di wilayah tersebut. Tak mau kalah dengan pesaingnya, Tim Turki juga melakukan tindakan serupa. Mereka menyewa 60 kamar di hotel berbintang lima lainnya bernama La Reserve yang terletak di luar Kota Jenewa.
Satu hal yang membuat Turki lebih ‘unggul’ dibanding kon-testan Euro lainnya adalah dalam hal keamanan. Tim Na-sional Turki memang sangat khawatir akan adanya sera-ngan teroris yang membuat mereka menggandakan peng-amanan sekitar hotel.(dts/*)
|
|