|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
03 Juni 2008
|
|
Ganti lokasi Depot Pertamina Bitung
Bolmong Siap Hibahkan 20 Hektar Lahan di Lolak
|
Pernyataan Jubir Pertamina Pusat Wisnuntoro bahwa Depot Pertamina Bitung kemungkinan akan dipindahkan ke Gorontalo, menuai respons dari Bumi Totabuan. Ma-syarakat lewat beberapa LSM mengumandangkan resis-tensinya karena alasan geografis. Atas alasan yang sama pula Pemkab Bolmong membijakinya dengan menawarkan solusi untuk menghibahkan puluhan hektar lahan di Lolak sebagai lokasi baru Depot Pertamina.
Ribuan hektar tanah milik Pem-kab Bolmong berada di Lolak. Sehingga kalau hanya disayat 10 atau 20 hektar saja, tidak jadi soal. Apalagi pemanfaatannya sangat jelas untuk kepentingan masyarakat banyak, sehingga diyakini tidak akan menim-bulkan penolakan warga.
“Lebih dari itu, di Lolak ada Pelabuhan Labuang Uki. Tak sulit bagi Pertamina untuk memasok BBM ke Depot Lolak, kemudian mendistribusikan-nya ke semua daerah di Sulut dan Gorontalo. Singkatnya, Bolmong sangat strategis ka-rena berada di tengah Manado dan Gorontalo,” nilai Kadis-tamben Bolmong Ir Yudha Rantung diaminkan Jubir Pemkab Bolmong Drs Hi Yah-ya Fasa.
“Bila saja Pertamina berke-inginan memindahkan Depot Bitung ke Lolak, Pemkab Bol-mong sangat welcome. Tak jadi soal kalau kita juga harus menghibahkan lahan utnuk lokasi depot tersebut, yang ter-penting adalah niat dari Perta-mina dulu,” ungkap Fasa lagi.
Rantung selaku Kadistam-ben dan Fasa sebagai Kabag Humas Pemkab Bolmong terli-hat mulai gerah karena dipu-singkan oleh krisis BBM yang melanda daerah ini selang be-berapa hari terakhir atau pas-caeksekusi lahan Depot Perta-mina di Bitung. Soalnya gerutu dan komplain masyarakat ter-hadap ketiadaan BBM di SPBU selalu bermuara kepada dua birokrat ini. Keduanya pun tertarik menawarkan solusi tadi, setelah beberapa LSM me-nyampaikan resistensi atas usulan pemindahan Depot Pertamina di Gorontalo.
Mereka di antaranya Ketua LSM Surya Madani Salim Landjar, Ketua LPKEL Refor-masi Effendi Abdul Kadir dan Ketua Formak (Forum masya-rakat Kotamobagu) Ando Lobud ST. Menurut ketiga LSM ini, pemindahan Depot Pertamina ke Gorontalo kemudian mendis-tribusikan hingga ke Manado, adalah solusi yang tak efisien bahkan bisa memicu persoal-an baru. Salah satu alasan adalah posisi geografis dari Gorontalo yang sangat jauh dari Manado.
“Idealnya, kalau mau pindah dari Bitung, pilih Bolmong saja. Pemkab Bolmong pasti setuju mengibahkan lahan di Lolak sana. Kalau di Gorontalo, sudah terlalu jauh dan jadi tak rasio-nal lagi. Sebab biaya distribusi sampai ke SPBU di Manado jadi membengkak, sehingga me-nambah beban subsidi dari pemerintah,” kata Landjar di-aminkan Kadir dan Ando.(tus)
|
|