|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
03 Juni 2008
|
|
Televisi dan radio lokal cukup banyak
Sulut Masih Minim Rumah Produksi
|
Kehadiran sejumlah media televisi dan radio di Sulut, ternyata kurang dimanfaatkan untuk melahirkan rumah produksi, yang bisa menghasilkan tayangan-tayangan maupun rekaman bermutu untuk disiarkan.
“Kalau kita menonton tele-visi lokal dan mendengar radio lokal, sangat terasa program-programnya masih kalah jauh dengan televisi dan radio nasional. Hal ini karena di sini belum ada rumah produksi atau Production House (PH) yang di-kelola oleh orang-orang krea-tif,” ujar Manager Telkomsel Grapari Manado, Kurnia Hadi kepada harian ini, Senin (02/06) kemarin.
Kurnia Hadi menuturkan, ta-yangan televisi dan radio lokal di Sulut umumnya program-programnya diproduksi sendiri oleh pengelola televisi dan radio atau mereka membeli program-program dari luar. Sementara produk-produk lo-kal Sulut yang dihasilkan oleh PH, hampir tidak ada.
Menurut dia, Telkomsel bisa saja mensponsori produk-pro-duk lokal untuk bisa menjadi program tayangan atau re-kaman. Hanya saja, hal itu ha-rus dipertimbangkan secara bisnis. “Hal itu harus dilihat dari pertimbangan bisnis, apakah itu menguntungkan Telkomsel atau tidak. Karena itu tayangan atau rekaman tersebut harus dinilai dari segi influence-nya. Dalam arti di-lihat dari seberapa jauh penga-ruhnya bagi pemirsa atau pen-dengar. Kalau pengaruhnya memang menarik, tentu Tel-komsel bisa mensponsori-nya,” ujarnya.
Ia mencontohkan, tayangan-tayangan kreatif, baik itu berupa komedi, sinetron, kuis, dan lainnya di televisi nasio-nal, umumnya dihasil dari rumah produksi. Dan bisnis seperti itu sangat mengun-tungkan, baik pemilik televisi, rumah produksi maupun para pelaku di dalam program ter-sebut.
Sementara itu, kalangan ar-tis lawak Sulut juga senada mengatakan demikian. Seperti halnya ‘Ondos’ Servinus Sa-hambangun, yang menge-luhkan eksistensi mereka kurang mendapat tempat, ka-rena belum ada rumah pro-duksi yang mau bekerja sama dengan mereka. Di sisi lain, penghargaan kepada mereka untuk tayangan televisi lokal masih sangat kecil. “Karena itu kami berharap, akan lahir ru-mah produksi di daerah ini. Su-dah tentu perlu ditopang de-ngan sponsor dari perusahaan-perusahaan yang telah eksis di daerah ini,” ujarnya.(jef)
|
|