|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Minut |
03 Juni 2008
|
|
Pupuk Menghilang, Petani Mengeluh
|
Selang seminggu ini, sejumlah kelompok tani di Kecamatan Kauditan mengeluhkan menghilangnya pupuk di pasaran. Padahal sebagaimana data dari PT Pupuk Kaltim, selang bulan Mei 2008 ini mereka telah menyalurkan sekitar 18 ton pupuk di wilayah Minut.
Menghilangnya ‘kebutuhan pokok’ para petani ini setidaknya membuat sejumlah kelompok tani kelabakan. Seperti Kelompok Tani Matuari dan Perkasa di Desa Kaima Kecamatan Kauditan. Menurut mereka, sudah seminggu ini mereka kesulitan mendapatkan pupuk.
Bahkan Denny Mawuntu anggota DPRD Minut turut membenarkan hal ini. “Dua kelompok tani ini mengeluhkan hal ini kepada kami. Saya juga sudah turun memantau langsung dan ternyata informasi tersebut benar, dimana sudah seminggu pupuk sulit di dapat,” tutur Mawuntu.
Terkait hal ini, Mawuntu meminta agar pengawasan penyaluran pupuk diperhatikan instansi terkait dan aparat berwenang. “Sebab informasi yang kami dapat, pada bulan Mei 2008 sudah 18 ton pupuk yang disebarkan ke wilayah Minut. Kami kaget, sebab biasanya Kecamatan Kauditan tidak kesulitan mendapatkan pupuk, tapi kali ini benar-benar sulit didapat. Apakah di kecamatan lain ada stoknya, kami tidak tahu,” tukasnya.
Di sisi lain, Mawuntu mengkritisi pengawasan yang dilakukan Dinas Pertanian Minut. “Kami harap Dinas Pertanian dan aparatnya para penyuluh untuk tanggap akan masalah ini sebab ini erat kaitannya dengan kelangsungan produksi para petani,” pungkasnya.(irv)
|
|