|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Ekonomi dan Bisnis
|
04 Juni 2008
|
|
IKM Dituntut Perbaiki Kualitas Kemasan Produk
|
Salah satu faktor yang cukup mempengaruhi kurangnya nilai jual hasil Industri Kecil Mengengah (IKM) Sulut, d an-taranya dari sisi kualitas ke-masan. Hal itu turut diung-kapkan Kepala Dinas Perin-dustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Gemmy Kawatu SE MSi, baru-baru ini.
“Memang, sampai sekarang ini hasil IKM Sulut banyak yang belum bisa berkembang bahkan bersaing dengan pro-duk dari daerah luar. Hal ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya kualitas kemasan dan merk (brand) hasil IKM Sulut, yang kemudian hal ini menjadi pemicu rendahnya minat pembeli terhadap pro-duk daerah ini. Begitupun ba-gi sisi IKM dalam hal memper-luas jaringan pemasaran,” tandas Kawatu.
Terhadap permasalahan ini, lanjut Kawatu, pihaknya akan berupaya mengambil langkah-langkah, apalagi menurutnya pascakenaikan harga BBM, salah satu sektor yang cukup terpukul adalah keberadaan IKM ini.
“Salah satu program jangka pendek kita saat ini adalah berupaya meningkatkan ku-alitas kemasan atau cashing produk, merubah desain menjadi lebih bagus, begitu-pun branding dan masalah pe-masarannya,” jelasnya.
Menurut Kawatu, bila packaging atau kemasan pro-duk dibuat menjadi lebih ba-gus maka akan meningkatkan rasa percaya dari konsumen saat hendak memilih hasil IKM daerah ini. Apalagi di era persaingan produk yang se-makin kompetitif ini, yang na-manya kemasan menjadi sa-lah satu ‘senjata’ dalam usaha memenangkan persaingan. Hal ini tentunya terkait pula dengan kebiasaan konsumen dalam berbelanja yang meng-inginkan serba cepat dan praktis. Ketika melihat kemas-an dengan bentuk dan warna yang unik, tentu saja akan le-bih menarik perhatian kon-sumen dibandingkan dengan kondisi kemasan yang hanya biasa saja.(wel)=
|
|