HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

04 Juni 2008

Kecam FPI, Sulut Gelar Aksi Damai 


Reaksi dan kecaman terha-dap sikap tidak manusiawi ke-lompok yang menamakan diri Front Pembela Islam (FPI), ber-langsung di sejumlah daerah. Tak terkecuali Sulawesi Utara (Sulut). Malah jika tidak ada aral melintang, sejumlah ele-men muda dan aktivis yang ada di Sulut akan menggelar aksi damai di Polda Sulut, Rabu (04/06) hari ini terkait insiden di Monas tersebut. 
Menurut salah satu pengga-gas aksi damai, Benny Rham-dani (GP Anshor Sulut), mere-ka akan menyampaikan aspi-rasi mengutuk aksi brutal yang dilakukan FPI. Sebab selain mengganggu ketertiban dan keamanan, aksi ini sangat bertentangan dengan Pancasila dan agama. “Sudah beberapa kali terjadi aksi kekerasan oleh FPI. Jadi ini tidak boleh kita biar-kan agar supaya tidak terulang lagi,” tegas Rhamdani saat dihu-bungi harian ini tadi malam. 
Ditambahkan, aksi damai ini sebenarnya akan melibatkan ribuan Banser dan kalangan aktivis lainnya. Tapi karena pertimbangan bahwa ini adalah aksi damai bukan demo, jadi diputuskan hanya perwakilan organisasi saja yang turun. Organisasi tersebut antara lain PMII, PMKRI Manado, GP Anshor, IPNU, PNI, IPTNU, BEM STAIN, Pagar Nusa, Aplink, De La Sale, Walhi, LBH Manado, Garda Bangsa serta organisasi lainnya. Sementara sejumlah warga yang menelepon koran ini mengatakan, sudah sepantas-nya kelompok yang mengatas-namakan agama namun ber-perilaku premanisme, dibubar-kan. Sedangkan Tokoh senior Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif menilai, pelaku kekera-san dengan mengatasnamakan agama, merupakan pembaja-kan terhadap Tuhan. “(Keke-rasan itu) secara empirik meru-sak agama, membajak Tuhan untuk kepentingan jangka pendek,” kata Buya Maarif di Taman Ismail Marzuki Jakarta, usai acara penyerahan Maarif Award, Selasa (03/06) malam. Menurut Maarif, aparat harus segera bertindak untuk men-cegah hal serupa terjadi lagi di masa datang. “Kalau tidak, ini negara gagal.” Maarif juga menyesalkan polisi yang terlambat datang mencegah serangan massa FPI. “Dan ini bukan pertama kali. Kenapa tidak diantisipasi itu semua,” kata dia.(dav/zal)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin