|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
04 Juni 2008
|
|
Minta Maaf ke Gus Dur,
FPI Jember Bubarkan Diri
|
Komentar Ketua Umum FPI Habib Rizieq yang ditujukan kepada Gus Dur, menuai kemarahan pendukung Gus Dur di berbagai daerah. Di Kabupaten Jember, ratusan orang dari PKB dan Garda Bangsa berbondong-bondong menggeruduk rumah Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Abu Bakar di Jalan Kauman, Kelurahan Mangli, Ke-camatan Kaliwates, Jember Selasa (03/06).
Massa yang menemui Habib Abu Bakar, sebagian besar pengurus PKB dan Garda Bangsa, serta sejumlah kiai, antara lain Kiai Lutfi Achmad. Habib Abu Bakar pun ber-sedia memenuhi tuntutan pen-dukung Gus Dur. Ada tiga peryataan yang ditanda-tangani Habib Abu Bakar dan dibacakan di depan warta-wan. “Kami FPI Jember me-minta maaf kepada masyara-kat kasus penyerangan di Mo-nas dan mohon maaf kepada KH Abdurrahman Wahid atas sikap FPI selama ini,” kata Habib Abu Bakar.
Dan Habib Abu Bakar juga menyatakan bahwa FPI Jem-ber membubarkan diri tanpa ada paksaan dari siapa pun. Secara terpisah, ribuan santri yang tergabung dalam Pasu-kan Khusus Al-Ashriyyah (Paskhas), mempersiapkan diri untuk membubarkan FPI. Mereka pun membekali diri dengan doa antipeluru (ke-kebalan), serta membuat sen-jata yang terdiri dari pentu-ngan kayu dan alat-alat bela diri lainnya untuk mengha-dapi serangan FPI.
“Kalian pada hari ini saya kumpulkan karena negara se-dang dalam ancaman. Kalian dilarang mengikuti tindakan FPI yang dipimpin oleh pro-vokator Habib Rizieq Shihab, yang telah mengadu domba anak bangsa sendiri itu,” tandas Habib dengan berapi-api dan disambut Allahu Akbar oleh ribuan santri.
Kata Habib Saggaf, karena keberadaan FPI bangsa ini memukuli dan menganiaya anak bangsa sendiri. Sehingga tidak ada kedamaian dan ti-dak pula ada toleransi, yang ada adalah permusuhan dan pertumpahan darah. “Jadi, FPI ini organisasi bejat, me-rusak citra Islam dan meru-sak kebhinnekaan. Bahkan mereka itu merampas dan merampok hak orang lain. Se-mentara yang namanya Habib itu tidak ada yang bejat dan tidak mengikuti ketauladanan Nabi Muhammad Saw,” tutur Habib asal Dompu, NTB itu yakin.
Oleh sebab itu lanjut Habib Saggaf, jika pemerintah tidak sanggup membubarkan FPI, maka ribuan santri bersama GP Ansor akan siap mem-bubarkan FPI. Itu penting, ka-ta dia, karena bangsa ini me-miliki moral, toleransi, Pan-casila, Bhinneka Tunggal Ika dan berperikemanusiaan. “FPI itu hanya berkedok jubah dan sorban, tapi kelakuannya anarkis. Karena itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), TNI dan Kapolri harus segera membubarkan FPI,” pungkasnya.
Sedangkan Garda Bangsa mengaku siap menurunkan li-ma ribu massanya untuk mem-bubarkan FPI, membantu polisi. “Kami akan membantu dengan menurunkan 5 ribu Garda Bangsa,” kata Ketua De-wan Koordinasi Wilayah Garda Bangsa Husni Muchsin.
Husni mengatakan, pihak-nya akan memberi waktu dua kali 24 jam kepada pemerin-tah untuk membubarkan FPI. Jika tidak, Garda Bangsa akan ke Mabes Polri dan Ista-na untuk meminta presiden bertindak tegas.
“Kami akan turun aksi un-tuk mengepung markas FPI. Kami siap untuk perang,” ujar-nya. Sementara itu Dewan Koordinasi Nasional Rahmat Hidayat menilai, banyak ele-men masyarakat yang tidak setuju keberadaan FPI. “Misi kita jelas pembubaran,” tan-dasnya.(dtc/okz/*)
|
|