|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
04 Juni 2008
|
|
Urusan
Pecehan Rekor, Sulut Kalahkan Jakarta
|
Untuk urusan pemecahan re-kor yang dicatat dalam Muri (Musium Rekor Indonesia), Su-lawesi Utara mencatat prestasi tersendiri di Indonesia dari segi kuantitas pemecahan rekor. Ini tak lepas dari peranan Kom-bes Pol Benny Mamoto MSi yang mampu merintis lahirnya 20 karya di Sulut yang tercatat dalam buku Muri.
Penghargaan pun diberikan Menpan Taufik Effendy ter-hadap Mamoto pada peringa-tan 100 tahun kebangkitan nasional di Gedung Menpan, Jakarta, kemarin (03/06). Su-lut sendiri mampu mengalah-kan rekor DKI Jakarta yang hanya mampu menghasilkan 13 karya pemecahan rekor Muri.
Menpan sendiri mengimbau, agar seluruh aparatur negara bisa menciptakan rekor Muri pada daerahnnya. Ini terkait penciptaan jati diri bangsa. “Semua aparatur negara se-baiknnya menciptakan jati diri,” kata Menpan seraya meng-harapkan, para kepala daerah bisa menciptakan keunggulan daerahnnya dengan tujuan bisa dikenal daerah lain. “Se-mua aparatur negara juga ha-rus menciptakan rekor Muri,” imbuhnya.
Sementara itu, Mamoto saat ditemui koran ini mengatakan, Sulut harus berbangga, kare-na bisa mengalahkan prestasi DKI Jakarta di mana, selama dua priode kepemimpinan mantan Gubernur Sutiyoso, baru mencatat 13 rekor Muri. Sulut sendiri hanya butuh wak-tu hampir dua tahun, untuk menghasilkan 20 rekor Muri.
Mamoto sendiri berjanji akan terus menciptakan rekor Muri di Sulut. Malah dalam waktu de-kat ini, dia tengah menyiapkan dua agenda rekor Muri yaitu ma-kan sup kacang merah (brene-bon) massal dengan 2.000 pe-serta dan menggoreng kacang dengan menggunakan penggo-rengan terbesar. “Dua rekor Muri itu akan dilakukan bulan Juli 2008 di Sulut,” kuncinya.
Sebelumnya rekor Muri yang dipecahkan di Sulut, di an-taranya kabupaten yang me-miliki laboratorium mobile (Komputer keliling) pertama di Indonesia, kacang tanah ber-bentuk pohon Natal tertinggi 17,6 meter, replik pohon Natal dari dodol setinggi 18 meter, terompet besi terbesar, rang-kaian buah nanas tertinggi, replik salib dari rangkaian te-lur sebanyak 23.760 butir, pe-serta makan bakpao terba-nyak, pagelaran musik kolin-tang terbesar, rangkaian buah salak terbesar, pagelaran tari jajar dengan peserta terba-nyak, pagelaran tari adat Bantik dengan peserta terba-nyak yaitu 1.829 peserta, makan bubur Manado dengan peserta terbanyak yaitu 5.000 peserta, pembuatan perkedel ikan nike sebanyak 10.000 buah, penyajian nasi kuning terbanyak 2.000 bungkus, studi banding Muspida Kabu-paten Talaud terbanyak 1.350 orang, merebus jagung dengan panas bumi sebanyak 10.126 jagung, replik pohon Natal dengan bahan dasar gula aren dan pegelaran tari kabale dengan peserta terbanyak yakni 2.643 penari.(zal)
|
|