|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
04 Juni 2008
|
|
Harga melambung, stok tak
aman
Masyarakat Bolmong Terus Dilanda Krisis BBM
|
Naiknya harga ternyata bukan jaminan warga bisa dengan mudah mendapatkan BBM. Di Bolmong, masyarakat terus mengeluhkan kurangnya stok BBM di setiap SPBU. Ironinya lagi, hampir seminggu ini, BBM hanya bisa didapat di penjual eceran, namun dengan harga Rp 9000 per liternya.
Pantauan Komentar, masyarakat Bolmong benar-benar dilanda krisis BBM. Sementara Selasa (03/06), antrian panjang kendaraan tampak di tiga SPBU Kota Kotamobagu. Beberapa hari sebelumnya, warga hanya bisa mendapatkan BBM malam hari, usai truk tangki Pertamina melakukan pengisian.
Di sisi lain, Koordinator LSM Pilar Peduli Keadilan Feki Sajow SE, menyatakan maraknya spekulan BBM terindikasi kuat lantaran suplai BBM yang tak merata ke SPBU. Sehingga SPBU dengan cepat kehabisan stok dan saat itulah spekulan dadakan meraup untung besar dengan memasang tarif tinggi untuk setiap botol isi satu liter premium.
Menurut Sajow, setiap SPBU sebenarnya membutuhkan premium dan solar masing-masing 32 kl per hari, namun kenyataannya suplainya hanya setengah dari itu. Alhasil, aksi borong BBM selalu terjadi manakala suplainya yang sangat minim itu baru masuk.
Kondisi ini terbaca oleh para spekulan, yakni mereka yang sudah terbiasa menjual BBM eceran jenis premium. Tapi karena menyadari bahwa pembelian dengan jerigen sudah dilarang, maka kebanyakan mereka memanfaatkan kendaraan agar memperoleh stok BBM, kemudian mengumpulkannya perlahan-lahan.
“Stok yang mereka tap dari kendaraan itu biasanya dipajang ketika SPBU telah berhenti melayani pembeli karena kehabisan BBM. Para spekulan ini kemudian memasang harga sendiri yang kadang-kadang sudah sangat tidak rasional lagi. Tak salah informasi bahwa saat kesulitan BBM akhir pekan lalu, harga premium eceran dari spekulan ini mencapai Rp 15 ribu per botol isi satu liter,” ungkap Sajou.
Satu solusi ditawarkan, agar Depot Bitung dapat kembali menstabilkan suplai BBM ke SPBU-SPBU di Bolmong. Sebab kalau pelayanan lancar, otomatis akan menghentikan aksi para spekulan. Jika Depot Pertamina Bitung memang belum mampu, ia menyarankan sebaiknya aparat keamanan konsen terhadap praktik penimbunan yang memanfaatkan kendaraan untuk membeli BBM di SPBU.(tus)
|
|