CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Bolmong, Kotamobagu, Bolmut

04 Juni 2008

Harga melambung, stok tak aman
Masyarakat Bolmong Terus Dilanda Krisis BBM

 

 IKUTI BERITA LAIN

Final Check, Mangindaan Boyong Enam Legislator
Warga KK Ajukan Tiga Pertanyaan ke Gubernur
Pemkab-Warga Kaidipang Tak Sepakat
Lintas Berita Bolmong

Naiknya harga ternyata bukan jaminan warga bisa dengan mudah mendapatkan BBM. Di Bolmong, masyarakat terus mengeluhkan kurangnya stok BBM di setiap SPBU. Ironinya lagi, hampir seminggu ini, BBM hanya bisa didapat di penjual eceran, namun dengan harga Rp 9000 per liternya. 
Pantauan Komentar, masyarakat Bolmong benar-benar dilanda krisis BBM. Sementara Selasa (03/06), antrian panjang kendaraan tampak di tiga SPBU Kota Kotamobagu. Beberapa hari sebelumnya, warga hanya bisa mendapatkan BBM malam hari, usai truk tangki Pertamina melakukan pengisian. 
Di sisi lain, Koordinator LSM Pilar Peduli Keadilan Feki Sajow SE, menyatakan maraknya spekulan BBM terindikasi kuat lantaran suplai BBM yang tak merata ke SPBU. Sehingga SPBU dengan cepat kehabisan stok dan saat itulah spekulan dadakan meraup untung besar dengan memasang tarif tinggi untuk setiap botol isi satu liter premium. 
Menurut Sajow, setiap SPBU sebenarnya membutuhkan premium dan solar masing-masing 32 kl per hari, namun kenyataannya suplainya hanya setengah dari itu. Alhasil, aksi borong BBM selalu terjadi manakala suplainya yang sangat minim itu baru masuk.
Kondisi ini terbaca oleh para spekulan, yakni mereka yang sudah terbiasa menjual BBM eceran jenis premium. Tapi karena menyadari bahwa pembelian dengan jerigen sudah dilarang, maka kebanyakan mereka memanfaatkan kendaraan agar memperoleh stok BBM, kemudian mengumpulkannya perlahan-lahan. 
“Stok yang mereka tap dari kendaraan itu biasanya dipajang ketika SPBU telah berhenti melayani pembeli karena kehabisan BBM. Para spekulan ini kemudian memasang harga sendiri yang kadang-kadang sudah sangat tidak rasional lagi. Tak salah informasi bahwa saat kesulitan BBM akhir pekan lalu, harga premium eceran dari spekulan ini mencapai Rp 15 ribu per botol isi satu liter,” ungkap Sajou.
Satu solusi ditawarkan, agar Depot Bitung dapat kembali menstabilkan suplai BBM ke SPBU-SPBU di Bolmong. Sebab kalau pelayanan lancar, otomatis akan menghentikan aksi para spekulan. Jika Depot Pertamina Bitung memang belum mampu, ia menyarankan sebaiknya aparat keamanan konsen terhadap praktik penimbunan yang memanfaatkan kendaraan untuk membeli BBM di SPBU.(tus)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin