CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Minahasa Induk

04 Juni 2008

Pontoh: Itu sudah dihapuskan Utang PDAM Minahasa Rp 19 Miliar

 

 IKUTI BERITA LAIN

SVR: Agustus 2008 Eceng Gondok Tuntas!

Hasil kuker JWS Harga Cabai dan Tomat Naik
Jalan Lingkar Tombulu Rusak

PDAM Kabupaten Minahasa ternyata memiliki utang yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Bocoran yang diterima, utang institusi ini terdiri dari bunga dan denda sebesar Rp 19 miliar. Direktur Utama PDAM Kabupaten Minahasa, Ricky Pontoh SE Ak MBA ketika dikonfirmasi soal jumlah utang ini, tak menampiknya.

“Bukan hanya PDAM Kabu-paten Minahasa yang memi-liki utang tetapi juga PDAM se-Indonesia,” tukas lelaki berbadan subur ini kepada Komentar, Selasa (03/06) ke-marin.
Menurutnya, faktor-faktor yang menyebabkan PDAM Mi-nahasa memiliki utang di antaranya karena bantuan yang diberikan tidak tepat sa-saran. “Contohnya pembuat-an bak air di bilangan Ka-suang yang kini mubazir,” aku Pontoh.
Namun demikian, suami ter-cinta dari legislator Kabu-paten Minahasa Utara, Vonny Wulur ini mengatakan bahwa masalah utang di PDAM Ka-bupaten Minahasa kini sudah tak ada masalah lagi. “Utang sebesar 19 miliar rupiah telah dihapus. Hal ini secara resmi dinyatakan langsung oleh Wa-kil Presiden RI, Jusuf Kalla,” tukas Ketua I Persatuan Pe-rusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) ini, sem-bari mengaku baru kembali dari Jakarta dan melakukan pertemuan dengan Komisi V DPR RI dan Wakil Presiden RI.
Lebih lanjut, Pontoh menu-turkan ada 200 PDAM di Indo-nesia yang memiliki utang dan 167 PDAM di antaranya meng-alami kesulitan membayar utang. Selain itu juga pin-jaman pokok sebesar Rp 2,1 trilyun sejak tahun 1980-an membengkak menjadi Rp 6,7 trilyun pada tahun 2008 ini. 
“Nah berarti utangnya se-cara total adalah sebesar ku-rang lebih 4 trilyun rupiah. Dan ini sudah kami sampai-kan saat melakukan perte-muan dengan Komisi V DPR RI dan Wakil Presiden RI. Dan menariknya, dalam perte-muan dengan Pak Wakil Pre-siden, beliau langsung me-nyatakan bahwa utang ter-sebut dihapuskan. Bahkan Pak Wakil Presiden menar-getkan 2 tahun ke depan ada 15 juta sambungan baru di Indonesia dan semua masya-rakat miskin di Indonesia bisa memperoleh air. Dalam rang-ka pengembangan PDAM se-Indonesia, pemerintah pusat akan memberikan subsidi,” urainya.(jok)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin