|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Induk |
04 Juni 2008
|
|
Pontoh: Itu sudah dihapuskan
Utang PDAM Minahasa Rp 19 Miliar
|
PDAM Kabupaten Minahasa ternyata memiliki utang yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Bocoran yang diterima, utang institusi ini terdiri dari bunga dan denda sebesar Rp 19 miliar. Direktur Utama PDAM Kabupaten Minahasa, Ricky Pontoh SE Ak MBA ketika dikonfirmasi soal jumlah utang ini, tak menampiknya.
“Bukan hanya PDAM Kabu-paten Minahasa yang memi-liki utang tetapi juga PDAM se-Indonesia,” tukas lelaki berbadan subur ini kepada Komentar, Selasa (03/06) ke-marin.
Menurutnya, faktor-faktor yang menyebabkan PDAM Mi-nahasa memiliki utang di antaranya karena bantuan yang diberikan tidak tepat sa-saran. “Contohnya pembuat-an bak air di bilangan Ka-suang yang kini mubazir,” aku Pontoh.
Namun demikian, suami ter-cinta dari legislator Kabu-paten Minahasa Utara, Vonny Wulur ini mengatakan bahwa masalah utang di PDAM Ka-bupaten Minahasa kini sudah tak ada masalah lagi. “Utang sebesar 19 miliar rupiah telah dihapus. Hal ini secara resmi dinyatakan langsung oleh Wa-kil Presiden RI, Jusuf Kalla,” tukas Ketua I Persatuan Pe-rusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) ini, sem-bari mengaku baru kembali dari Jakarta dan melakukan pertemuan dengan Komisi V DPR RI dan Wakil Presiden RI.
Lebih lanjut, Pontoh menu-turkan ada 200 PDAM di Indo-nesia yang memiliki utang dan 167 PDAM di antaranya meng-alami kesulitan membayar utang. Selain itu juga pin-jaman pokok sebesar Rp 2,1 trilyun sejak tahun 1980-an membengkak menjadi Rp 6,7 trilyun pada tahun 2008 ini.
“Nah berarti utangnya se-cara total adalah sebesar ku-rang lebih 4 trilyun rupiah. Dan ini sudah kami sampai-kan saat melakukan perte-muan dengan Komisi V DPR RI dan Wakil Presiden RI. Dan menariknya, dalam perte-muan dengan Pak Wakil Pre-siden, beliau langsung me-nyatakan bahwa utang ter-sebut dihapuskan. Bahkan Pak Wakil Presiden menar-getkan 2 tahun ke depan ada 15 juta sambungan baru di Indonesia dan semua masya-rakat miskin di Indonesia bisa memperoleh air. Dalam rang-ka pengembangan PDAM se-Indonesia, pemerintah pusat akan memberikan subsidi,” urainya.(jok)
|
|