|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
05 Juni 2008
|
|
Sunardi:
Kami akan bertindak tegas
Aksi Nyabu Oknum Legislator Bolmong
Berlangsung di Kamar Hotel
|
Sebuah pengakuan mengejutkan dibeber sumber resmi harian ini terkait penggunaan narkoba jenis shabu oleh kalangan legislator Bolmong. Terungkap, aksi nyabu itu biasanya dilakoni oknum legislator saat bertugas ke luar daerah. Seperti yang dialami sumber bersama rekannya sesama legislator belum lama ini.
Saat menginap di sebuah hotel di luar daerah, bebernya kepada Komentar, Rabu (04/06), rekan sekamarnya mengeluarkan botol minuman mineral dan be-berapa sedotan yang kemudian dirakit menjadi bong (media untuk mengisap shabu, red).
Sumber mengaku, dirinya be-gitu kaget melihat perilaku ter-sebut, apalagi setelah menya-dari rekannya itu hendak meng-isap shabu dalam kamar hotel. “Kita langsung totofore. So tako skali kita walaupun dia tidak menawarkan untuk ikut men-cicipi,” ucap sumber mengawali kisahnya.
Setelah terperangah sebentar, sumber pun tiba-tiba bangkit dan keluar kamar hotel, menu-ju resepsionis. “Saya langsung minta kepada resepsionis agar saya dipindahkan ke kamar lain. Biar jo mo kaluar doi san-diri, yang penting tidak terje-bak. Soalnya saya ingat, saat check in di hotel itu, menggu-nakan nama saya. Jadi cepat-cepat saya berganti kamar,” ungkapnya lagi.
“Kalau kwa dia pangge minum (miras), ndak apa-apa, mar ini mo ba pake narkoba. Biar sedi-kit skali, tapi kalau tertangkap basah, hukumannya pasti berat dan tak ada ampun,” imbuhnya lagi, namun enggan membeber nama rekannya yang tercatat sebagai salah seorang oknum legislator tersebut.
Sementara itu, menyikapi isu tentang dugaan keterlibatan anggotanya, Ketua Dekab Bol-mong, Hi Sunardi Sumantha SIP mengatakan, pihaknya akan bertindak tegas bila ada warga Gedung Kinalang yang terlibat narkoba. Bahkan Om Ding mengaku dia sendiri yang langsung menyurat kepada gubernur untuk mempercepat turunnya SIP (Surat Izin Peme-riksaan) guna mempercepat proses hukumnya.
“Kami juga sangat mendu-kung penyelidikan kepada si-apa saja anggota dekab Bol-mong yang terindikasi terlibat narkoba. Supremasi hukum harus ditegakkan, apalagi me-nyangkut peredaran narko-ba,” tandas Sumantha.
Meski begitu, Om Ding masih mengelak sejauh ini dirinya belum melihat indikasi keterli-batan legislator Totabuan, baik sebagai pengedar maupun pengguna narkoba.
Sedangkan dari Dekot KK, Ke-tua Fraksi Bintang Perjuangan (F-BP), Abdul Rivai Mokodompit SE mengungkapkan rumor yang menyebut dugaan adanya oknum anggota Dekot KK terli-bat narkoba, telah menimbul-kan keresahan. Hingga beraki-bat sesama legislator saling mencurigai. Olehnya, Moko-dompit mendesak pihak berwe-nang atau siapa saja yang me-nyebar isu agar menyebut saja nama atau inisial oknum di-maksud. “Kami sangat mendu-kung upaya aparat kepolisian untuk mendalami kasus ini. Tapi kami juga sangat berharap, ketika ada oknum anggota de-wan yang diisukan terlibat, se-baiknya langsung sebut saja inisialnya. Biar semuanya jelas dan kami sesama legislator tidak saling curiga,” tantang Mokodompit.(tus)
|
|