|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
05 Juni 2008
|
|
Domu: Peran Agama Harus Mampu Hadapi Arus Globalisasi
|
Kakanwil Depag Sulut, Drs H Halil Domu, Jumat (30/05) mengatakan, peran agama di tengah-tengah arus globalisasi semakin tertinggal seiring dengan meluasnya penganut sekulerisme. Karena itulah tantangan ini diharapkan menjadi perhatian serius dari kalangan pemimpin dan umat beragama.
Menurut Domu seperti meng-utip pernyataan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni, bagi penganut sekulerisme, aga-ma adalah urusan individu, ter-pisah dari kehidupan masyara-kat dan bangsa, addiinu lillah (agama urusan seseorang seca-ra vertikal dengan Tuhan, se-mentara bangsa adalah urusan masyarakat).
Menurut dia, pandangan se-perti ini menempatkan agama pada posisi marginal sehingga nilai-nilai etik, moral dan spritu-al agama kurang mampu me-mecahkan persoalan bersama, baik dalam konteks lingkungan, kebudayaan, pendidikan, eko-nomi dan sebagainya. Kepri-hatinan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara se-perti itu, kata Menag, mengge-jala secara umum dan menca-kup lapisan masyarakat yang sangat luas. “Keprihatinan itu ditandai dengan lemahnya ko-mitmen kepada norma-norma etika dan moral sosial dalam kehidupan publik,” katanya.
Pada situasi seperti ini menu-rut dia, diperlukan adanya pe-neguhanan kembali komitmen nasional terhadap moral bang-sa. Upaya yang tepat adalah pe-nempatan kembali secara ter-hormat Pancasila sebagai acuan hidup bersama.
Komitmen yang harus kita lakukan, katanya memperbaiki kualitas keberagamaan keluar-ga dan masyarakat secara ber-imbang, antara kesalehan in-dividu dengan kesalehan sosial. Memperbaiki ukhuwah atau persaudaraan antara sesama kelompok dan anggota masya-rakat. Selain itu, perlu memper-baki aspek kepemimpinan agama dan masyarakat. “Pe-mimpin agama dituntut memi-liki good character dan dapat menjadi teladan yang baik,” katanya.(lex)
|
|