CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun
BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 
REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Mimbar dan Keagamaan 

05 Juni 2008

Domu: Peran Agama Harus Mampu Hadapi Arus Globalisasi

 

 IKUTI BERITA LAIN

Ormas pelaku kekerasan harus dibubarkan
Pemerintah Harus Tegas Demi Kebebasan Beragama

Lintas Berita Mimbar

Kakanwil Depag Sulut, Drs H Halil Domu, Jumat (30/05) mengatakan, peran agama di tengah-tengah arus globalisasi semakin tertinggal seiring dengan meluasnya penganut sekulerisme. Karena itulah tantangan ini diharapkan menjadi perhatian serius dari kalangan pemimpin dan umat beragama.
Menurut Domu seperti meng-utip pernyataan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni, bagi penganut sekulerisme, aga-ma adalah urusan individu, ter-pisah dari kehidupan masyara-kat dan bangsa, addiinu lillah (agama urusan seseorang seca-ra vertikal dengan Tuhan, se-mentara bangsa adalah urusan masyarakat).
Menurut dia, pandangan se-perti ini menempatkan agama pada posisi marginal sehingga nilai-nilai etik, moral dan spritu-al agama kurang mampu me-mecahkan persoalan bersama, baik dalam konteks lingkungan, kebudayaan, pendidikan, eko-nomi dan sebagainya. Kepri-hatinan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara se-perti itu, kata Menag, mengge-jala secara umum dan menca-kup lapisan masyarakat yang sangat luas. “Keprihatinan itu ditandai dengan lemahnya ko-mitmen kepada norma-norma etika dan moral sosial dalam kehidupan publik,” katanya.
Pada situasi seperti ini menu-rut dia, diperlukan adanya pe-neguhanan kembali komitmen nasional terhadap moral bang-sa. Upaya yang tepat adalah pe-nempatan kembali secara ter-hormat Pancasila sebagai acuan hidup bersama. 
Komitmen yang harus kita lakukan, katanya memperbaiki kualitas keberagamaan keluar-ga dan masyarakat secara ber-imbang, antara kesalehan in-dividu dengan kesalehan sosial. Memperbaiki ukhuwah atau persaudaraan antara sesama kelompok dan anggota masya-rakat. Selain itu, perlu memper-baki aspek kepemimpinan agama dan masyarakat. “Pe-mimpin agama dituntut memi-liki good character dan dapat menjadi teladan yang baik,” katanya.(lex)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin