|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
05 Juni 2008
|
|
Rasionalisasi Sekolah untuk
Tingkatkan Mutu Pendidikan
|
Kebijakan Dinas Diknas Kota Manado untuk melakukan merger sejumlah SD dinilai sebagai langkah berani dan sangat positif. Bahkan menurut Ketua Yayasan Pendidikan Katolik (YPK) Keuskupan Manado, Pastor Fred Tawaluyan Pr, rasionalisasi sekolah melalui merger ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan Sulut.
“Sekolah yang pantas ditu-tup sebaiknya ditutup. Seba-liknya yang layak harus terus di-support. Kebijakan yang sa-ma sebaiknya juga diperhatikan oleh pa-ra penyelenggara se-kolah swasta,” tukas Tawaluyan Rabu (04/06) kemarin.
Kebijakan mendiri-kan banyak sekolah, menurutnya sudah tidak cocok lagi un-tuk sekarang ini. “Pemerintah dulu mendirikan banyak se-kolah, bahkan terlalu banyak untuk mengejar target bebas buta huruf atau Wajib Belajar 6 tahun. Sehingga di mana-mana didirikan banyak seko-lah tanpa memperhitungkan sekolah swasta yang sudah ada,” paparnya.
Pasalnya, hal terse-but ternyata memba-wa dampak negatif dalam dunia pendidi-kan. “Akibatnya ba-nyak kerancuan yang berimbas tumpang tindihnya kebijakan dan bahkan mening-katkan ‘korupsi’ di lingkungan Departemen Pen-didikan Nasional sampai ke tingkat bawah,” tandasnya.
Diketahui Kadis Diknas Kota Manado, Elsye Rogi SPd me-nyatakan sekolah yang tidak layak dari segi jumlah siswa akan di-merger mulai tahun ajaran baru 2008/2009 men-datang.(vic)
|
|