HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

06 Juni 2008

Curahan hati cabup PDS yang gagal mendaftar
Johanis Jangin: Kita Jadi Penonton di Rumah Sendiri


Kegagalan Partai Damai Se-jahtera (PDS) mengusung pa-sangan Calon Bupati dan Ca-lon Wakil Bupati untuk Pil-kada Mitra, adalah sebuah ironi. Pasalnya, Mitra merupa-kan salah satu basis PDS. Buktinya, dua kursi di DPRD Mitra merupakan milik parpol berlambang salib tersebut. Hanya dengan menambah sa-tu kursi saja, PDS sebenarnya bisa mengusung calon secara penuh. 
Hal yang menggelikan, par-pol lain yang tidak memiliki kursi legislatif di Mitra se-macam PKPI, PBR, PNBK, PPD, PNI Marhaenis, mampu mengusulkan calon meski harus berkoalisi. Oleh sebab itu, manuver politik PDS da-lam pilkada pantas diperta-nyakan. Pasalnya, jauh-jauh hari mereka sudah menyiap-kan calonnya yang sudah direstui DPP PDS. 
Calon yang direstui PDS adalah Johanis Jangin. Ja-ngin sendiri mengaku sangat kecewa bahwa partainya tidak bisa mencalonkan diri. 
Dia pun menuding ini akibat akumulasi kesalahan kebi-jakan dari pimpinan PDS sendiri. Kepada harian ini, Kamis (05/06) kemarin, Ja-ngin yang berkeinginan kuat mengikuti Pilkada Mitra dari PDS namun gagal ini, men-jelaskan kronologis kegagalan partainya. 
Ia menuturkan, awalnya DPP PDS telah menetapkan pasangan Johanis Jangin-Pingkan Montolalu untuk Pilkada Mitra, tentu dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. Jangin ke-mudian melakukan lobi-lobi ke parpol lain supaya bisa berkoalisi dengan PDS. Sa-yang, kata Wakil Ketua DPRD Mitra ini, Plt Ketua DPC PDS Mitra, Dolfi Maringka mela-kukan manuver untuk meng-gagalkan Jangin, antara lain dengan menyebar propa-ganda bahwa penentu kebi-jakan PDS dalam Pilkada Mitra, ada di tangannya. 
“Jadi ketika saya melakukan lobi ke partai lain supaya mau berkoalisi dengan PDS, Ketua DPC Mitra malah mengacau-kannya dengan melakukan manuver lain, mengatakan kepada parpol lain bahwa ia yang menjadi penentu kandidat pilkada,” terangnya. 
Ironinya, papar Jangin, pim-pinan partai di tingkat yang lebih tinggi, seperti mendiam-kan situasi seperti ini. “Jadi di satu sisi DPP merestui saya, namun di sisi lain tidak bisa berbuat apa-apa dengan sikap yang ditunjukkan oleh Ma-ringka,” katanya. Puncaknya, lanjut Jangin, saat injury time menjelang penutupan pendaf-taran di KPU, deal sudah ter-capai dengan salah satu partai. “Namun mereka kemudian meminta siapa dari DPC PDS Mitra yang akan memberi legitimasi di notaris tanda terjadinya koalisi. Saya tak bisa berbuat apa-apa karena di-ganjal oleh Dolfi Maringka yang notabene adalah paman saya sendiri,” tukasnya. 
Jangin menduga, kondisi ini sengaja dibiarkan karena intern PDS sendiri masih me-nunggu tawaran yang lebih ‘bagus’ dari kandidat lain. “Na-mun karena hingga waktunya, tak ada tawaran lebih baik, semua akhirnya mengarah ke saya, di saat waktu yang tersisa tidak lagi memungkinkan me-lakukan semua proses. Siapa yang salah dengan ini? Ak-hirnya semua nol besar!” tukasnya. 
Lanjut Jangin, sebenarnya Maringka mendapatrkan SK Plt Ketua DPC PDS Mitra selama tiga bulan dengan maksud mengadakan Musyawarah Cabang memilih pengurus definitif dan konsolidasi partai. Namun tugas ini tak mampu dijalankan Maringka meski yang bersangkutan sudah diperpanjang masa jabatannya tiga bulan lagi. “Yang jadi pertanyaan, sudah gagal di dua kali tiga bulan, masih diper-panjang dengan masa tugas 6 bulan. Ada apa ini?” katanya. 
Ditambahkan Jangin, sesu-dah diperpanjang 6 bulan, ma-sa jabatan Maringka selesai 31 Mei. Ironinya, pimpinan PDS di tingkat yang lebih tinggi tak segera melakukan penggan-tian. “Belakangan muncul penunjukkan Jemmy Rembet dan Pdt Jerry Moloring. Tapi hal ini dilakukan pada waktu yang tak memungkinkan lagi melakukan apa-apa,” tukas-nya. 
“Jadi kesimpulan saya, kegagalan PDS karena aku-mulasi kebijakan pimpinan, yang membuat akhirnya PDS hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” pungkas-nya.(ftj)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin