|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Tomohon dan Sekitarnya |
06 Juni 2008
|
|
Pelantikan para kepsek dan pengawas, hingga curhat ke walikota
Oemar Bakrie Dijanjikan Batik, Siswa Gratis ke Sekolah
|
Kegiatan pelantikan para Kepala Sekaloh (Kepsek) dan Pengawas Sekolah, yang dilangsungkan dengan tatap muka antara ribuan guru dan walikota bersama jajaran Pemerin-tah Kota Tomohon dan kalangan legislatif di Bukit Inspirasi Tomohon, Kamis (05/06) kemarin membawa hasil positif. Betapa tidak, dari curahan hati (curhat) para oemar bakrie, akhirnya Walikota Tomohon, Jefferson SM Rumajar SE merespons beberapa keinginan para oemar bakrie.
Walikota kharismatik, dan di-cintai masyarakat Kota Tomo-hon itu pun memberikan keju-tan para ratusan oemar bakrie. “Saya melihat dalam pertemu-an ini, busana yang dikenakan para guru berwarna-warni. Ma-kanya saya berjanji akan mem-berikan masing-masing guru satu batik. Bahannya sudah ada tinggal nanti dijahit ma-sing-masing,” ungkap Rumajar, yang disambut sukacita para gu-ru lewat tepuk tangan meriah.
Menurut walikota termuda di Indonesia itu, batik yang akan diberikan kepada para guru bermotifkan bunga. “Nantinya batik ini akan digunakan setiap hari Kamis. Mungkin belum bisa digunakan pada kegiatan Tomohon Flower Festival (TFF), tapi akan digunakan dalam pe-rayaan 17 Agustus,” ujarnya.
Kepedulian Pemkot Tomohon terhadap dunia pendidikan, ti-dak hanya bagi para oemar ba-krie, tapi juga untuk para siswa se-Kota Tomohon. “Pemkot juga telah menyediakan tiga Bus Ber-sekolah. Bus-bus itu nantinya pada tahun ajaran baru bulan Juli nanti akan dipakai untuk mengantar para siswa ke se-kolah tanpa memungut biaya sepersen pun,” paparnya.
Menurut walikota, program ini merupakan satu-satunya dan pertama di Indonesia. “Di-harapkan dengan adanya bus ini kesulitan para siswa khu-susnya yang kurang mampu dalam membiayai transportasi dapat teratasi. Ini juga bagian dari upaya pemerintah untuk menjawab kesulitan para siswa pascakenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak),” papar Rumajar.
Walikota pun berharap, de-ngan adanya bantuan pemerin-tah ini ke depan kualitas pendi-dikan di Kota Tomohon sema-kin ditingkatkan, dan diper-hitungkan tidak hanya skala lokal atau nasional, tetapi juga hingga ke level internasional. “Jangan lihat dari bentuk ke-pedulian yang diberikan pem-kot, tapi harus disadari mak-sud di balik bantuan tersebut. Itu tak lain agar kualitas pen-didikan di Kota Tomohon sema-kin ditingkatkan,” tukasnya.
Kepedulian yang ditunjukan Pemkot Tomohon tidak hanya sebatas dua hal tersebut. Ada beberapa bentuk keprihatinan yang diberikan dan dijanjikan pemerintah untuk kemajuan dunia pendidikan Kota Tomohon.
Sementara itu, para oemar bakrie mendapatkan kesempa-tan untuk menyampaikan unek-uneknya seputar dunia pendidikan, dengan dimodera-tori Kadis Diknas Tomohon, Ventje Goni SH. Meski tidak se-mua guru menyampaikan unek-uneknya, namun cukup ba-nyak keluhan dan usulan yang kesemuanya berujung pada pe-ningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan para guru.
Semua keluhan dan usulan yang disampaikan langsung di-tanggapi walikota, baik berupa penjelasan terhadap sebuah persoalan ataupun solusi dari sebuah masalah yang disam-paikan. Dan para guru yang hadir terlihat sangat puas boleh bertatap muka dan berdialog langsung dengan orang nomor satu di Kota Tomohon tersebut.
Sebelumnya, walikota juga melantik 12 kepala sekolah dan dua pengawas Kota Tomohon berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota.
Turut hadir pada kegiatan ini, sejumlah anggota DPRD dian-taranya Wakil Ketua DPRD ma-sing-masing Piet Pungus dan Junita Wenur, Ketua Badan Kehormatan, Susan Undap, Ketua Komisi C bidang Pendi-dikan, Jemmy Eman, serta be-berapa anggota DPRD lainnya seperti Marten Gosal dan Fer-dinand Datu.(imo)
|
|