|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
07 Juni 2008
|
Setelah memuntahkan la-har dan material debu ter-akhir kali pada medio Agus-tus 2007 lalu, kini Gunung Soputan kembali batuk. Jumat (06/06) pagi pukul 09.00 WITA kemarin, gu-nung berapi yang berada di Kabupaten Minsel ini me-ngeluarkan hawa panas di-sertai semburan debu yang menghujani sejumlah desa di Minsel dan sebagian Mitra.
Menurut pengamat Gunung Soputan yang berlokasi di De-sa Maliku, Sandy Moningkey, reaksi Soputan sendiri sudah terdeteksi sejak Kamis (05/06) malam sekitar pukul 23.30 WITA. Di mana saat itu terjadi gempa kecil dan sem-buran lahar dingin serta debu yang berlangsung secara kon-tinyu.
Hanya saja pihaknya tidak bisa mengamati secara jelas, karena kabut yang menyeli-muti kawasan puncak gu-nung dengan tinggi 1.783 me-ter tersebut. Sedangkan soal semburan debu yang sampai di pemukiman masyarakat, baru terjadi Jumat pagi ke-marin dan langsung menyebar ke sejumlah wilayah di Minsel, sampai di wilayah Minsel Atas serta warga di Kecamatan Te-nga dan Sinonsayang.
Banyak warga langsung mengantisipasi ‘hujan debu’ ini dengan cara memakai pe-nutup kepala serta masker mulut yang telah disiapkan sebelumnya. Sedangkan Bu-pati Minsel, Drs Ramoy Lun-tungan beserta sejumlah pejabat, langsung turun ke lokasi terdekat guna meman-tau kondisi warga yang ber-mukim di kawasan sekitar kaki Gunung Soputan, seperti warga Desa Maliku dan Kota Menara, Kecamatan Amurang Timur. Diperoleh informasi, ada beberapa warga yang telah mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman, mes-kipun sebagian warga lainnya memilih tetap bertahan ka-rena fenomena alam ini di-anggap sudah biasa terjadi.
MITRA
Sementara itu, dari Kabu-paten Mitra (Minahasa Teng-gara) dilaporkan semburan debu Gunung Soputan, ikut menerpa sejumlah desa di kabupaten tersebut. Hujan debu yang sempat membuat warga sedikit panik itu, terjadi di Desa Lobu, Siliaan (I, II dan III) dan Ranoketang, Kecama-tan Touluaan. Menurut Hu-kumtua Lobu Kecamatan Touluaan, Johan Pelealu, ak-tivitas Soputan kali ini terbi-lang cukup dahsyat dibanding sebelumnya. “Tapi beruntung debunya tidak semua ke Mi-tra,” imbuhnya.
Sementara itu, Martinus Go-sal, warga Lobu menambah-kan bahwa hingga tadi malam pukul 24.00 WITA aktivitas Soputan masih saja berlang-sung. “Percikan bola apinya melambung ke langit hingga terlihat sampai di Desa Ba-saan dan Ratatotok,” turut Eddy Tololiu dan Ranny Wu-rangian, warga setempat.
Sementara itu, petinggi Pem-kab Mitra yang dipimpin langsung Bupati Drs Albert Pontoh MM didampingi Kakan Kominfo Drs Joupy Suoth, sekitar pukul 15.00 WITA ke-marin, tiba di desa dekat kaki gunung yang dianggap rawan itu. Di sana Pontoh cs lang-sung menginstruksikan pen-dirian posko-posko guna mengantisipasi kemungkinan adanya warga yang perlu dievakuasi. Desa-desa itu se-perti Silian, Silian I, II, III ser-ta Desa Lobu dan sekitarnya yang semuanya berada di Ke-camatan Touluaan.
Saat itu Pontoh didampingi Kadis Kesehatan dr Edy Ka-lensang, Dr Sandra JL Rotty, Kasat Pol PP Bernart Mo-kosandip serta Kadis Sosial Ibrahim Polakitan SH, Camat Toluaan Drs Agus Kosegeran dan jajaran lainnya langsung membagikan masker bagi masyarakat. “Setelah menda-pat laporan, saya langsung turun di lapangan dan mem-bawa tenaga medis dan obat-obatan,” tandas Pontoh.
Menurutnya, meski melihat reaksi warga dalam kondisi biasa saja, namun sebagai pemerintah pihaknya dituntut harus tetap waspada dan sia-ga. Pontoh juga telah mengins-truksikan warga dan tim SAR secara bergiliran untuk mela-kukan penjagaan 1x 24 jam. “Pemkab sudah menyediakan posko di beberapa lokasi yang ada di kaki gunung yang tak jauh dari lokasi tersebut,” je-lasnya.
Sementara itu, Camat Tou-luaan, Drs Agus Kosegeran SMH, ketika dikonfirmasi membenar-kan kalau sejumlah desa yang berada di kaki Gunung Soputan diterpa hujan debu. Desa-desa itu seperti Ranoketang Atas, Toundanouw, Toundanouw I, Lobu, Lobu I, Silian, Silian I, II, III. “Karenanya, pemerintah ke-camatan telah membagikan ri-buan masker sisa tahun lalu,” jelas Kosegeran via ponselnya.
Sedangkan Kapolres Minsel AKBP John Rori SST MK me-ngatakan bahwa saat ini pi-haknya terus mensiagakan jajarannya di sekitar kaki Gunung Soputan. Sedikitnya ada 145 personel di Mitra di-tugaskan untuk mengan-tisipasi bilamana diperlukan bantuan guna mengevakuasi warga.(pen/dax)
|
|