|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
07 Juni 2008
|
|
Maringka klarifikasi pernyataan Jangin
Gagal Usung Calon di Mitra, PDS Dukung Jagoan PDIP
|
Partai Damai Sejahtera (PDS) yang gagal mengusung calon top eksekutif di Pilkada Mitra, akhirnya memilih un-tuk mendukung jagoan yang diusung PDIP, yakni pa-sangan dr Albert Elia Tangel MSi dan Drs Nico Julius Usoh MSi. Hal ini dipertegas Wakil Ketua Umum DPP PDS, Denny Tewu kepada Komentar di Jakarta, kemarin (06/06).
“PDS mendukung pencalo-nan pasangan Dr Albert Elia Tangel MSi dan Drs Nico Julius Usoh MSi di Pilkada Mitra,” tandas Tewu. Bahkan dia me-ngaku, sudah menginstruksi-kan kader PDS mendukung pasangan calon yang diusung PDIP itu.
“Saya sudah menginstruksi-kan kepada kader PDS untuk mendukung pasangan terse-but di Pilkada Mitra,” imbuh-nya seraya meminta kepu-tusan ini tidak usah dipo-lemikkan lagi. “Keputusan tersebut melalui pertimbangan DPP. Ini keputusan partai yang harus dihormati dan di-amankan kader,” ujarnya.
Ketua DPP PDS bidang Pil-kada, Gideon Mamahit turut membenarkan sikap partainya di Pilkada Mitra. “Koalisi ke-rakyatan antara PDIP dan PDS untuk mengusung calon di Pilkada Mitra tinggal dide-klarasikan,” katanya.
Sedangkaan fungsionaris DPP PDIP, Olly Dondokambey mengaku kesepakatan kolabo-rasi ini, tinggal dilaksanakan. “Kita tinggal matangkan saja. DPD tinggal hadir saja,” tukas Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari F-PDIP ini.
MARINGKA
Pada bagian lain, Plt Ketua DPC PDS Mitra, Dolfi Maring-ka menuding Johanis Jangin telah melakukan pemboho-ngan publik terkait kegagalan PDS mengusung paket Cabup-Cawabup di Pilkada Mitra. Saat bertandang ke harian ini, Jumat (06/06) kemarin, Ma-ringka mengatakan, kegagalan ini bukan karena partai, tetapi justru karena Jangin yang tak mampu meyakinkan partai lain menjalin koalisi dengan PDS. “PDS harus berkoalisi dengan partai lain karena hanya ada dua kursi di DPRD Mitra. Dan Jangin tak mampu melakukan itu sebagai salah satu syarat menjadi calon bupati dari PDS,” tukasnya.
Maringka pun kemudian menjelaskan, DPC PDS Mitra telah membuka pendaftaran Cabup-Cawabup Mitra sejak 20 Mei, di mana ada tiga nama yang menyatakan minatnya, masing-masing-masing Elvi Watuseke, Jelly Massie dan Jangin sendiri. “Jadi Jangin bukan satu-satunya calon, kendati ia satu-satunya yang melakukan visi misi di DPP. Itupun tanpa sepengetahuan DPC,” tukasnya.
Lanjut menurut Maringka, kepada ketiga calon ini kemu-dian diajukan beberapa syarat dari PDS, di mana dalam per-kembangan selanjutnya, ter-nyata Watuseke dan Massie tak menyanggupi syarat yang diajukan. Saat injury time itulah, papar Maringka, keluar keputusan (lisan) DPP yang menyebut Jangin akan diusung PDS berpasangan dengan Pingkan Montolalu, dengan catatan yang bersang-kutan mencari partai peleng-kap syarat minimal 3 kursi parlemen.
“Dan kepada saya sebagai Ketua DPC, diperintahkan mengamankan keputusan ini. Kalau tidak, akan diganti dari posisi Ketua DPC. Saya ber-pikir kepentingan partai di atas segala-galanya, maka saya dengan ikhlas mendu-kung Jangin kendati saya terus terang tak memiliki hu-bungan baik dengan dia,” te-rangnya.
Atas dasar keputusan DPP tersebut, DPC PDS Mitra ber-sama beberapa pengurus DPW PDS Sulut pada hari-H batas akhir pendaftaran, menunggu kepastian Jangin hingga larut malam atau detik-detik ter-akhir penutupan. “Yang terjadi adalah Jangin tak mampu membawa partai pendukung yang dari awal digembar-gem-borkannya siap mendukung dia. Sekarang siapa yang salah? Kenapa harus me-nyalahkan partai? Jadi sekali lagi saya minta Jangin men-jelaskan dengan benar kro-nologis ini, jangan melakukan pembohongan publik,” tukas-nya.
Ditanya tentang sorotan jangin terhadap kepemim-pinannya, Maringka menga-takan, setiap saat ia bersedia digantui kalau memang di-anggap gagal. “Tapi kenapa sampai sekarang tak diganti, jangan tanya saya, silakan tanya ke tingkatan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Maringka menambahkan, dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPC PDS Mitra, ia akan melayangkan usulan peme-catan atau Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Jangin. Pasalnya, yang bersangkutan sebagai kader PDS tak pernah melaporkan kegiatannya di parlemen kepada DPC.
Selain itu, Maringka menye-but Jangin tak pernah me-menuhi kewajiban memberi kontribusi kepada partai se-bagaimana sudah diatur. “Hal-hal ini yang akan saya la-porkan di tingkat yang lebih tinggi, karena memang sedari awal, Jangin tak pernah me-ngakui saya sebagai Ketua DPC, dan tak pernah mela-kukan pelaporan kegiatannya sebagai kader PDS,” pung-kasnya.(ftj/zal)
|
|