|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Tomohon dan Sekitarnya |
07 Juni 2008
|
|
Beberapa personel PDIP dan PD mangkir dari rapat Panmus
Jangan Boikot Kesejahteraan Masyarakat
|
Komitmen beberapa legislator untuk membangun Kota Tomohon kembali dipertanyakan masyarakat. Pasalnya, sejumlah agenda penting menyangkut program kerja Peme-rintah Kota Tomohon untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, mulai dinomorduakan. Pembuktian itupun mengemuka saat gelaran rapat Panitia Musyawarah (Pan-mus) yang tak dihadiri beberapa anggota dewan, baik dari personel Fraksi PDIP, maupun Fraksi PD.
Beberapa masyarakat meni-lai, sangat keterlaluan sekali jika Ketua DPRD Kota Bitung, Vonny Paat tidak menghadiri Rapat Panmus. “Sangat disa-yangkan jika Vonny Paat ber-tindak bodoh seperti itu. Ujung-ujungnya Rapat Panmus itu dilakukan untuk kepentingan masyarakat. Apakah ini se-buah gelaran aksi pemboiko-tan terhadap kesejahteraan masyarakat,” tandas Jhon Wala, warga masyarakat yang meng-aku tinggal di Kakaskasen.
Menurut Wala yang ditemui di Kantor Walikota Tomohon, Jumat (06/06) kemarin, masa-lah interen di DPRD Kota Tomohon adalah hal yang biasa. Tetapi untuk mewujudkan ke-pedulian terhadap kesejahte-raan masyarakat di Kota To-mohon, harus dilakukan mes-ki ada resikonya. “Jangan ha-nya berkoar-koar kepada Pe-merintah Kota Tomohon untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Kini pembahasan Ranperda saja sudah tidak sanggup dibijaksanai. Mana tanggungjawab Paat terhadap masyarakat,” papar Wala.
Ditempat terpisah, Marchel Kalangi meminta kepada Frak-si PDIP maupun PD, untuk da-pat mengikuti setiap kegiatan DPRD. “Tentunya saya akan malu jika partai yang saya se-gani, tidak berpihak pada ma-syarakat. Pemberhentian per-sonel PDIP JWT Lengkey sudah final. Tidak usah lagi disesali, melainkan mari berebutan meraih simpati masyarakat, bukan memboikot kesejateraan masyarakat,” tandas Kalangi yang mengaku simpatisan PDIP.
Dari pantuan harian ini, dian-taranya Ketua Fraksi PDIP, Eddy Kalele, Hanny Merentu dan Vonny Paat. Ketua Fraksi PD Andri Kuhon, dan Didi Ekel nampak tak hadir dalam rapat.
Wakil Ketua DPRD Piet Pu-ngus kepada wartawan di Kan-tor DPRD, Jumat (06/06) ke-marin menyayangkan ketidak-hadiran beberapa personel DPRD. “Terhitung telah tiga ka-li, pimpinan DPRD mengundang seluruh personel Panmus. Na-mun akhirnya dibatalkan ka-rena peserta tidak mencapai qorum,” tegasnya.
Untuk itu, Pungus berencana akan berkoordinasi dengan pim-pinan-pimpinan fraksi untuk membahas keberadaan anggota Panmus. Sebab, jika agenda DPRD tidak segera dijadwal-kan, maka aktifitas DPRD akan sedikit terhambat. “Kami akan tetap mengambil langkah, ka-rena ada agenda yang sifatnya mendesak. Yakni pembahasan Ranperda Retribusi Pajak yang telah diusulkan eksekutif,” ucap Sekretaris Partai Golkar Kota Tomohon.
Sedangkan bagi Sekretaris DPRD (Sekwan), Jerry Patina-ma SH MM, sebenarnya Rapat Panmus bisa dilaksanakan meski tidak qorum. Hal itupun diatur dalam tata tertib DPRD Nomor 07 Tahun 2007. “Tidak masalah biar mencapai qorum. Karena demi kepentingan umum rapat Panmus bisa dilaksa-nakan karena ada Tatib yang mengatur,” jamin Patinama.
Sayangnya, Vonny Paat yang berupaya dikonfirmasi belum bisa dimintai keterangan, karena handphone yang biasa digunakan Paat dalam keada-an tidak aktif.(imo)
|
|