|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
09 Juni 2008
|
|
Carlo Tewu Tepis Munarman Tewas
|
Hingga saat ini, keberadaan Munarman masih misterius. Sehingga sempat muncul desas-desus bahwa Panglima Komando Laskar Islam itu se-betulnya sudah tewas. Tapi hingga sekarang, tidak ada bukti berupa jasad Munar-man. Direktur Reserse Krimi-nal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Carlo Tewu, juga menepis spe-kulasi yang menyebutkan Munarman tewas. “Siapa bilang Munarman tewas? Ia masih hidup. Aparat masih memburunya,” kata Carlo, akhir (07/06) pekan lalu.
Sementara itu, Minggu ke-marin, polisi telah menggele-dah rumah Munarman di Bu-kit Modern, gang G4, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang. Dalam penggeledahan itu, po-lisi menyita beberapa berkas dokumen pribadi yang berisi catatan kegiatan Munarman, dan beberapa compact disk (CD). Namun, Munarman yang sedang dicari tetap tidak ada dalam rumahnya. Yang ada hanya adik Munarman, Rico.
Penggeledahan itu dilaku-kan 15 orang polisi yang di-pimpin Komisaris Rudi Re-newal dan Komisaris Ali Adam. Kapolri Jenderal Pol Sutanto sendiri kembali mengimbau agar Munarman segera me-nyerahkan diri. “Lebih baik yang bersangkutan segera menyerahkan diri. Datang saja. Proses hukum akan ber-jalan fair. Jangan khawatir,” katanya.
Syamsul Bachri, politisi Partai Golkar, juga meminta Munarman menyerahkan diri kepada aparat keamanan dan bersifat ksatria menghadapi tuntutan hukum. “Buktikan bahwa apa yang dituduhkan kepadanya tidak benar,” tegas Sekretaris Fraksi Partai Gol-kar (F-PG) itu. Fungsionaris DPP Partai Demokrat, Sutan Bathoegana juga ikut meng-imbau agar Munarman segera kembali ke jalan yang benar. “Munarman harus konsisten memberi keteladanan dalam hal penegakan hukum, HAM, dan demokratisasi,” katanya. Menurut Sutan, tuduhan bahwa Munarman terlibat aksi anarkis dan menyem-bunyikan diri atau lari dari tanggung jawab, sangat bertolak belakang dengan sepak terjangnya selaku tokoh HAM, pendekar hukum, dan pernah jadi Ketua LBH Jakarta.(dtc/inc/*)
|
|