|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
09 Juni 2008
|
|
Kelangkaan Pupuk
Melanda Minahasa
|
Di tengah derasnya kenaikan barang dan bahan saat ini, beban para petani, khususnya di Minahasa, semakin berat dengan kondisi memprihatinkan, di mana terjadi kelang-kaan pupuk. “Gerakan menanam yang dicanangkan Peme-rintah Propinsi bersama kabupaten/kota di Sulut saat ini terhambat dengan kelangkaan pupuk,” ujar Ir Novri Aru-peres, salah satu pelaku usaha di Taraitak Langowan.
Menurut Novi, pemerintah se-harusnya bisa memfasilitasi petani untuk mendapatkan pu-puk. Mengingat pada musim tanam seperti sekarang ini, kebutuhan pupuk sangat men-desak.
“Kami melihat sistem pendis-tribusian pupuk saat ini perlu dikaji kembali. Pemerintah de-ngan distributor perlu melaku-kan pemetaan kembali dengan melihat musim tanam dan se-berapa besar kebutuhan pupuk di suatu wilayah,” tutur Aruperes.
Menurut dia, terjadinya ke-langkaan pupuk bisa berakibat pada kenaikan harga. Yang jadi persoalan, harga pupuk sudah naik tapi pupuk itu sendiri ti-dak tersedia. Ia juga berharap agar tidak terjadi penimbunan oleh pihak-pihak tertentu yang mencari keuntungan sendiri. “Selain itu kami juga berharap tidak ada permainan distribu-tor. Karena bukan tidak mung-kin pupuk yang seharusnya menjadi bagian wilayah di Minahasa, sudah dijual untuk wilayah lainnya,” ujarnya.(jef)
|
|