|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
09 Juni 2008
|
|
Akibat lahar dingin dan debu Gunung Soputan
Ratusan Hektar Terancam Gagal Panen
|
Letusan hebat gunung berapi Soputan, yang terjadi sejak Jumat (06/06) akhir pekan lalu, membuat ratusan hektar lahan pertanian warga Minsel terancam gagal panen. Ini dipicu melubernya luapan lahar dingin dan debu Gunung Soputan yang menerpa lahan pertanian masyarakat yang mana berpotensi membuat tanaman masyarakat rusak.
Ditegaskan petani asal Amu-rang, Flendy Mamusung, di ma-na, meski aktivitas gunung So-putan saat ini sudah berangsur normal kembali. Namun tak se-dikit lahan pertanian warga ter-ancam rusak atau gagal panen, hal ini terlihat pada pertanian hortikultura maupun tanaman jagung yang baru ditanam.
Akibat adanya semburan la-har dingin dan debu Soputan, telah membuat ratusan hektar tanaman mengalami kerusakan total hingga berpotensi terjadi-nya gagal panen. Oleh karena itu. Pihaknya meminta aparat terkait, dalam hal ini dinas Per-tanian Minsel segera turun ta-ngan. “Paling tidak memberikan bibit baru kepada para petani yang diketahui mengalami gagal panen akibat letusan Gunung Soputan,” sergah Mamusung.
Menyikapi hal ini, Kadis Perta-nian dan Peternakan Minsel Ir Wa-ngke Karundeng menyatakan pi-haknya sudah memantau bahkan mendata kerugian petani di saat letusan Gunung Soputan waktu itu. Menurutnya, Kabupaten Min-sel sering dilanda hujan maka su-dah pasti debu Gunung Soputan akan menjadi pupuk alami. Namun yang patut dijaga adalah pertanian jenis hortikultura maupun tanaman muda seperti halnya jagung, rica, vanili, padi. Untuk itu, apabila ada warga petani yang merasa rugi dengan kejadian letusan Soputan, maka pihaknya siap membantu dengan jalan memberikan bibit tanaman secara cuma-cuma.(pen)
|
|