|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
09 Juni 2008
|
|
Mege: Akademisi Unima Kurang Lakukan Penelitian
|
Universitas Negeri Manado (Unima) sebagai salah satu universitas penghasil tenaga pendidik oleh beberapa kala-ngan menilai tenaga pengajarnya kurang dalam melakukan penelitian. Menurut akademisi Unima, Dr Revolson Mege MS, Kamis (05/06) penyebab kurangnya dosen yang mela-kukan penelitian antara lain, karena dukungan dari Unima dalam mendukung pusat studi dan penelitian masih kurang serta pendanaan yang masih berpatokan pada satu sumber, padahal seharusnya bisa dijalin kerja sama dengan peme-rintah daerah dan lembaga-lembaga lain.
“Selain itu, kualitas sebuah universitas tak hanya dilihat dari banyak atau kualitas lu-lusan, namum LPM juga me-megang peran penting. LPM Unima saat ini tidak punya program ke depan dan kurang dalam mengimplementasikan hasil penelitian di lapangan, di samping penempatan personel yang tidak capable sehingga peran LPM menjadi kecil. Un-tuk itu lembaga ini harus di-perkuat dan dipertajam dalam mengekspos, memperkenalkan dan juga menerapkan hasil dari penelitian yang dilakukan,” tambah Mege.
Sementara secara terpisah Rektor Unima, Dr Philoteus Tuerah MSi DEA didampingi petinggi Unima saat mela-kukan kunjungan ke Harian Komentar, belum lama ini mengatakan, dana untuk pe-nelitian di Unima waktu lalu kurang dari Rp 100 juta dan untuk saat ini dana yang ter-sedia sekitar Rp 2 miliar. Na-mun memang perlu diakui bahwa kalangan akademisi di Unima sangat kurang yang melakukan penelitian.
“Dalam meningkatkan kuali-tas tenaga pengajar, ke depan Unima akan menerima dosen dengan jenjang S2 dan meng-anjurkan kepada dosen yang saat ini masih S1 agar melan-jutkan studi. Kalau pun ada dosen S1 yang tidak ber-keinginan untuk melanjutkan studinya ke maka kami akan menempatkannya pada posisi pegawai. Hal ini merupakan salah satu program untuk peningkatan kualitas, sehingga Unima nantinya memiliki daya saing dan teruji di era glo-balisasi sekarang ini,” tam-bahnya.(dds)
|
|