|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
10 Juni 2008
|
|
Pelatih Anti Teror
AS Pantau Bitung
|
Tiga staf dari Department The State Anti-Terrorism Assistance (ATA) mengunjungi Kota Bitung, Senin (09/06) kemarin. Kapolda Sulut Brigjen Bekto Suprapto MSi dan Walikota Bitung Hanny Sondakh, serta Kapolres Bitung AKBP Drs Sungkono turut mendampingi tiga bule asal Amerika Serikat tersebut.
Rombongan tampak antu-sias memantau Pulau Lembeh dengan mengelilinginya. Me-reka kemudian menuju ke PT Sari Cakalang. Kapolda Su-prapto sendiri kepada war-tawan yang ditemui seusai makan siang di Triple Sari, ‘hanya’ mengatakan, bahwa staf dari AS tersebut datang melihat-lihat Kota Bitung, untuk berinvestasi di kota yang terkenal karena keber-sihannya.
Namun dari sumber yang layak dipercaya diperoleh informasi bahwa tim yang terdiri dari tiga orang tersebut berasal dari detasemen anti- teror Amerika. Saat hal ini dikonfirmasikan kembali ke Kapolda, Suprapto pun lang-sung menjelaskan bahwa tim tersebut dari Department of State Anti-Terrorism Assis-tance (ATA).
“Mereka yang membantu Densus 88 untuk pelatihan anti-teror,” ungkap Suprapto ke-pada sejumlah wartawan. Di-singgung apakah kedatangan tim tersebut untuk mengejar target tertentu di Sulut khu-susnya Bitung, Suprapto ha-nya tertawa sambil menjawab “Tidak ada alasan lain keda-tangan mereka, mereka datang untuk mengunjungi saya, sebab mereka sudah kangen,” tegas Suprapto yang dikenal memiliki banyak relasi de-ngan pejabat antiteror dan intelijen dari berbagai negara.
Kapolda menambahkan, karena sudah datang, ketiga staf tersebut ditunjukkannya betapa indahnya Bitung dan juga Sulawesi Utara. “Kita pasti sangat bersyukur apabi-la hal yang mereka dapati ini ditunjukkan ke teman-teman investor dan nantinya akan ada investor yang mau ber-investasi di daerah ini. Tanggapan mereka sendiri, sangat senang berkunjung dan menikmati pemandangan di sini yang didukung kondisi wilayah aman dan kondusif ,” tukas Kapolda soal Bitung.
JAKSA AGUNG
Sementara itu di Jakarta, Jaksa Agung AS, Michael B Mukasey yang sowan ke Kejagung RI mengatakan, ne-garanya berkomitmen untuk membantu Indonesia meme-rangi terorisme.
Jaksa Agung AS Michael B Mu-kasey malah telah menyerah-kan US$ 750 ribu ke Indonesia.
Bantuan dari Pemerintah AS yang sampaikan lewat Muka-sey itu sama besar dengan yang diberikan pada 2005. Pada 12 September 2005, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh menerima bantuan dari AS senilai US$ 750 ribu untuk memerangi kejahatan trans-nasional seperti terorisme, kejahatan dunia maya, pen-cucian uang dan perdaga-ngan manusia.
Ketika itu, bantuan diserah-kan oleh Duta Besar AS Lynn B Pascoe melalui penanda-tangan sebuah Surat Peng-aturan (LoA).
AS memberikan bantuan untuk sebuah gugus tugas yang baru dibentuk di bawah naungan Kejaksaan Agung. Fokusnya pada pengadilan kejahatan transnasional yang kompleks.(ipa/inc)
|
|