|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
10 Juni 2008
|
|
Matador Diuji ‘Total Football’ Rusia
|
DUEL di grup D ini menarik ditonton. Tim berjuluk Matador (Spanyol), akan ditantang Rusia di Stadion Insbruck, Austria, Rabu (11/06) dini hari, pukul 01.00 WITA. Partai ini merupakan ujian bagi Cesc Fabregas dkk sebagai tim yang diunggulkan merebut trofi Euro 2008 ini.
Tentu beban mulai dirasakan Spanyol menyusul pengakuan sejumlah pelatih dunia seperti Jose Maurinho, Fabio Capello, dan Rafa Benitez bahwa
Matador akan merebut ja-wara Eropa kali ini. Bursa taruhan juga menempatkan mereka di unggulan kedua setelah Jerman. “Spanyol se-sungguhnya merupakan tim dengan teknik paling baik. Mereka memiliki banyak pe-main yang luar biasa. Menu-rut saya, lini tengah Spanyol yang terbaik saat ini di Eropa,” ungkap Fabio Capello yang kini menangani Tim Nasional Inggris.
Tapi pembuktian adalah di lapangan. Rusia bukanlah tim ‘ayam sayur’ yang gampang dilumat. Apalagi mereka kini ditangani Guus Hidink yang mampu membawa tim sekelas Korsel mencapai semifinal Piala Dunia. Gaya total foot-ball ala Hidink akan membuat Rusia sulit ditaklukkan. Tapi untung bagi Spanyol, pa-sukan Hiddink lagi pincang.
Playmaker Andrei Arshavin dan striker Pavel Pogrebnyak harus absen. Ashravin masih mengantongi sanksi larangan bertanding. Sementara Po-grebnyak harus mengundur-kan diri karena cedera lutut yang tidak kunjung sembuh. Namun Hiddink sudah me-nyiapkan strategi baru sesuai skuad yang ada.
Pelatih asal Belanda itu membantah kehilangan dua pemain andalannya membuat timnya akan lemah. “Saya ti-dak mengeluh dan mulai me-nangis. Saya memiliki keper-cayaan diri, pemain-pemain yang lain di tim bisa melapis hilangnya dua pemain pilar kami,” papar Hiddink.
“Saya ingin melihat, tim yang sangat, sangat bersinar. Semua orang melihat tim ini akan maju dan mengambil ri-siko. Karena itulah, beberapa taktik kami akan mengalami perubahan,” jelas Hiddink.
Rusia memang kehilangan dua pemain penting mereka, namun kekuatan mereka adalah seluruh tim itu sendiri, bukan karena kemampuan individu. Sementara gelan-dang Spanyol Andres Iniesta menyatakan perubahan yang dilakukan Hiddink terhadap skuadnya, tidak akan mem-buat perbedaan besar bagi Spanyol. “Saya kira kami ti-dak akan mengubah taktik kami setelah melihat apa yang terjadi,” ujar Iniesta.
“Kami harus tetap berkon-sentrasi pada diri kami sen-diri. Jika kami bisa melaku-kannya dan tetap bermain dengan cara kami, kami bisa memenangkan pertandingan tersebut,” imbuh gelandang Barcelona ini.
Sedangkan Pelatih Spanyol, Luis Aragones mengaku, sudah membaca strategi yang akan diterapkan Hiddink dan siap diantisipasinya. “Mereka bermain dengan 4-5-1, for-masi yang sangat lazim di mana sembilan orang pe-mainnya berada di belakang bola. Mereka memiliki dua winger yang sangat cepat dan secara keseluruhan Rusia tim yang bagus,” jelas pelatih ber-usia 69 tahun ini.
Aragones menambahkan, pertahanan Spanyol telah men-jadi perhatian penting selama tiga hari mereka berada di camp pelatihan El Matador. Me-nurut Aragones, timnya sudah berlatih untuk mencuri bola dan membuat winger Rusia bi-sa dipatahkan. “Sudah terbukti beberapa kali, pertandingan bisa dimenangkan jika berta-han dengan baik dan sesekali memanfaatkan serangan balik yang cepat. Kami tidak ber-tahan seperti Italia dan saya kira kami pernah menang dengan strategi kami. Tapi kami akan meningkatkan pertahanan kami,” tegas Aragones optimis.
Skuad Spanyol saat ini me-mang dalam masa keemasan. Perjalanan mereka juga cukup bagus. Matador malah mendapatkan suntikan moral setelah memenangi laga persahabatan melawan juara dunia Italia dan mengalahkan finalis Piala Dunia 2006, Prancis menjelang Euro 2008.
Sayangnya, meski memiliki Fernando Torres, David Villa dan pencetak gol terbanyak La Liga, Dani Guiza di skuad-nya, gol-gol sulit tercipta. Skuad Luis Aragones ini ha-nya mencetak satu gol di se-tiap lima laga terakhir mereka.
Untuk mengatasi situasi tersebut, Aragones kemung-kinan akan memainkan Torres dan Villa di depan diban-dingkan memainkan Torres sendirian. Dua striker di depan praktis membuat peluang Cesc Fabregas di lini tengah hilang. Demikian pula Xabi Alonso, peluangnya juga menipis. Pasalnya, Aragones lebih suka memiliki gelandang kelahiran Brasil, Marcos Senna sebagai gelandang jangkar Spanyol. Namun segala sesuatu bisa berubah. So, tunggu saja aksi Matador dan total football ala Rusia.(anq/tim*)
|
|