|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
10 Juni 2008
|
|
PT Pupuk Kaltim tambah
pasokan
Disperindag Sulut Pantau Kelangkaan Pupuk di
Minahasa
|
Adanya kelangkaan pupuk di beberapa daerah, khususnya di Minahasa, membuat Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara langsung mengambil langkah abtisipasi. Mengingat kelangkaan pupuk bisa menyebabkan turunnya hasil panen pertanian akibat kesulitan mendapat pupuk murah bersubsidi.
Puncaknya, Senin (09/06) kemarin, Disperindag Sulut langsung mengambil langkah tegas dengan turun ke lapangan memantau kelangkaan tersebut. Kadis Perindag Sulut Gemmy Kawatu SE Msi melalui Kasubdin PDN Janny Rembet, kepada sejumlah wartawan usai memantau di lokasi mengatakan, hasil pantauan memang belum ada kejelasan atau tanda-tanda adanya kelangkaan pupuk yang terjadi. Namun diakuinya bisa jadi akibat pembatasan penyaluran yang dilakukan oleh sejumlah distributor pupuk bersubsidi selama ini. “Distributor diminta agar meyalurkan pupuk pada penylaue resmi yang menjual pupuk,” tukas Rembet
Selama ini memang ada indikasi kalau banyak penjual pupuk yang tak memilki ijin resmi untuk menjual pupuk bersubsidi, justru banyak yang memperoleh pupuk tersebut dari distributor. “Oleh sebab itu Disperindag juga akan menertibkan para penjual yang tak resmi tersebut,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Pemasaran Pupuk Kaltim Wilayah Sulut dan sekitarnya, Aloysius Windu mengatakan, saat ini pupuk yang disalurkan di setiap Kabupaten/ Kota hingga posisi Mei 2008 mencapai 10.868,50 ton dengan terbanyak pada Kabupaten Bolaang Mongondow sekitar 5.039,50 ton, disusul Minahasa dengan total3.665,00 ton. “Jadi sesuai data yang sudah disalurkan tidak benar terjadi kelangkaan pupuk,” elaknya.
Oleh sebab itu saat ini akan ditambah pasokan di Sulut sebanyak 1300 ton pupuk bersubsidi dan segera disalurkan. Dengan adanya penambahan tersebut diharapkan tidak ada lagi kata kelangkaan pupuk seperti yang terjadi di Minahasa Utara dan Minahasa (khususnya di Langowan),” kata Windu. (wel)
|
|