|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Tenggara |
10 Juni 2008
|
|
1.683 hektar lahan terancam gagal panen
Pascaletusan, Pemkab Lakukan Evaluasi Kerugian
|
Bupati Minahasa Tenggara, Drs Albert Pontoh MM, Senin (09/06) kemarin memimpin langsung rapat yang membahas dampak letusan Gunung Soputan Jumat akhir pekan lalu. Intinya, selain melakukan evaluasi kerugian, Pemkab Mitra tidak akan tinggal diam menyikapi fenomena alam tersebut yang berdampak pada penderitaan warga petani.
“Persoalan yang menimpa ma-syarakat petani, khususnya yang ada di Kecamatan Touluan menjadi fokus kami dalam me-lakukan penanggulangan pasca- bencana letusan Gunung Sopu-tan,” kata Pontoh. Untuk mena-ngani dampak dari akibat keru-sakan tanaman milik petani pi-haknya sudah menugaskan Ca-mat setempat untuk melaku-kan survei dan evaluasi di lapa-ngan, termasuk telah memben-tuk tim khusus Satkorlak kabu-paten untuk selanjutnya beker-ja sama dengan Satkorlak pro-pinsi dalam mengantisipasi muculnya letusan susulan.
“Diimbau bagi para petani yang lahannya terkena debu yang berakibat pada ancaman gagal panen, silakan melapor-kan kepada hukumtua yang nantinya diteruskan ke Camat selanjutnya akan ditangani SKPD terkait,” paparnya.
GAGAL PANEN
Diketahui, akibat letusan Gu-nung Soputan akhir pekan lalu berdampak pada banyaknya petani yang lahannya mengala-mi gagal panen. Seperti di Ke-camatan Touluaan ada begitu banyak lahan yang mengalami kegagalan panen.
Diungkapkan Rudy Pelleng, Petrus Pelealu serta Jenly Ma-mahit, akibat letusan Gunung Soputan tersebut banyak lahan yang rusak. Sementara menu-rut data yang diterima Infokom Mitra, ratusan hektar lahan padi sawah dan lahan jagung tertimbun material pasir.
Untuk padi sawah saja total kerugian mencapai 165,5 hek-tar, jagung 215 hektar, belum termasuk tanaman hortikultura lainnya. Suoth mengatakan bahwa tanaman tomat yang akan siap panen saja sekitar 3,5 hektar, cabe 5 hektar, ubi kayu, 37 hektar, kacang tanah 32 hektar, ubi jalar 25 hektar. “Paling banyak adalah tanaman kelapa yang mencapai sekitar 1200 hektar,” tukas Suoth. Sehingga total keseluruhan la-han yang terancam gagal panen mencapai 1683 hektar.
Hal ini turut diperkuat Camat Touluaan, Drs Agus Mamahit. Menurutnya kerugian tersebut paling banyak terjadi di wilayah yang tak jauh dari kaki Gunung Soputan di antaranya Desa Lobu, Lobu I, Lobu II, Tounda-nou dan Desa Silian.(dax)
|
|