|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Politik dan Pemerintahan |
10 Juni 2008
|
|
Realisasi MoU dengan investor juga masih belum terealisasi
WOC Terancam Pasokan Listrik
|
Agenda pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) di Sulut, bisa terganggu dengan keterbatasan pasokan listrik untuk daerah ini. Pasalnya, de-ngan pemakaian seperti saat ini, PLN sudah sering kelabak-an dan tak jarang terpaksa me-nempuh kebijakan pemadam-an bergilir. Apalagi bila per-mintaan bertambah terkait pelaksanaan WOC seperti untuk convention hall, hotel berbintang dan yang lainnya.
Wakil Gubernur Sulut, Freddy Harry Sualang kemudian mem-berikan warning untuk PLN. Ia meminta instansi ini mencari terobosan mengatasi krisis lis-trik ini. “Selama ini, pasokan lis-trik di daerah kita sangat meng-andalkan operasional mesin yang ada di Lahendong. Sehingga ketika dalam operasionalnya terdapat masalah, maka lang-kah yang diambil adalah pe-madaman listrik.
Sementara berharap pada PLTA Poigar, yang masuk dalam ka-wasan hutan lindung belum ada jaminannya, karena masih ter-hambat dengan alih fungsi hutan. Sehingga kita berharap agar PLN punya kiat khusus dalam me-nyikapi masalah ini,” terangnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Per-tambangan dan Energi (Dis-tamben) Propinsi Sulut, Ir Harry Untu mengatakan bahwa, pada bulan Oktober 2008 mendatang, krisis listrik yang dihadapi daerah ini, dapat dikurangi, menyusul adanya operasional Lahendong III dengan kapasitas 20 MW. “Saat ini PLN tengah melakukan perbaikan rutin. Dan jika peker-jaan ini selesai, ditambah dengan operasional Lahendong III, ma-salah krisis listrik sudah dapat diatasi,” katanya.
Sementara itu, menyangkut ke-langsungan dari MoU dari se-jumlah investor yang telah se-pakat untuk mengusahakan pasokan listrik di daerah ini, na-mun tak kunjung terealisasi, khususnya PLTA Sawangan se-besar 2x8 MW, dijelaskan Untu, masih dalam tahapan permo-honan pembelian ke pihak PLN.
“Untuk proses ini, memang bukan hal mudah. Sebab, untuk meluluskan permohonan terse-but, pihak PLN akan melaku-kannya ekstra hati-hati. Sebab, berdasarkan pengalaman yang ada, ada begitu banyak permo-honan yang masuk, tetapi kecil sekali yang direalisasikan. Ditam-bah lagi dengan pertimbangan, akan surplus listrik. Artinya, jika pasokan listrik melebihi kebu-tuhan, maka sisanya akan dijual ke mana,” terang Untu.(eda)
|
|