HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

11 Juni 2008

Racikan ala Van Basten


KEMENANGAN telak Belanda atas Gli Azzuri, merupakan keju-tan besar di perhelatan Euro 2008 di Swiss dan Austria. Tim asuhan Marco van Basten yang diramal ‘The Guardian’ akan menjadi juru kunci grup neraka (grup C), ternyata mampu men-cukur juara dunia 2006, Italia dengan skor 3-0. 
Hasil ini sekaligus kemenangan pertama Tim Oranye atas Tim Biru Langit dalam tiga dekade terakhir. Di satu sisi, ini keka-lahan terburuk Italia dalam 25 tahun terakhir dan terburuk se-panjang sejarah Piala Eropa me-reka. Tak heran jika arsitek Be-landa, Marco van Basten me-nyebutkan kemenangan timnya sebagai sebuah sejarah baru.
Pascakemenangan Belanda atas Italia, berbagai media me-muji penampilan pasukan Ora-nye. Secara khusus, sebuah media massa nasional meng-angkat judul ’Kebangkitan Total Football’ merujuk kemena-ngan gemilang Belanda ter-sebut. Tapi sesungguhnya, per-mainan yang ditampilkan Van Basten, tidak menganut pola total football sejati. Total foot-
ball menganut filosofi ‘’menye-rang adalah pertahanan ter-baik’’. Tak heran pertahanan total football kerap rapuh.
Tapi permainan Wesley Sneijder dkk saat mempe-cundangi Italia, mampu me-nyeimbangkan pertahanan dan penyerangan secara equal. Kelebihan Van Basten, adalah mampu membangun benteng kokoh di lini belakang. Pe-nempatan dua gelandang ber-tahan (Engelaar dan De Jong) untuk memfilter arus sera-ngan masuk ke lini empat de-fender, sangat efektif sehingga striker terbuas Bundesliga, Luca Toni tak berkutik se-panjang 2 kali 45 menit.
Berikut, Basten mengubah posisi Sneijder (yang biasanya sebagai holding midfielder), menjadi second striker. Tak heran jika Sneijder bermain mobile, membantu dua ge-landang bertahan, sekaligus menjadi penyerang bersama Rudtje dan Dirk Kuyt. Hal ini mengingatkan peranan Ruud Gullit di masa keemasan Be-landa lalu.
Efektivitas dan kecepatan dalam distribusi bola menjadi kunci utama permainan Be-landa, ditambah pressing tak kenal henti, membuat Italia sulit untuk mengembangkan pola permainan pendek dan merapat. Ini juga merupakan formula Basten yang diadap-tasinya dari sportcode, se-buah software khusus untuk melihat efektivitas pergerakan para pemain. 
Teknologi disertai kemata-ngannya sebagai mantan pe-main (bintang), mampu di-akumulasi di lapangan dengan hasil: Juara Dunia Italia bak anak kemarin sore yang mampu dipecundangi dengan skor 3-0. Ini juga buah dari sikap Van Basten yang berjiwa besar mengakomodir aspirasi publik, agar Ruud van Nis-telrooy tetap dimasukkan dalam skuad, meski sebelum-nya Basten bertengkar hebat dengan pemain Real Madrid tersebut. 
Kehadiran pemain senior macam Rudtje dan Van Bronc-horst, mampu memberikan ‘ketenangan’ bagi bintang-bintang muda Oranye. Di satu sisi, arsitek Italia, Donadoni, terlalu banyak mengakomodir pemain-pemain Juara Piala Dunia 2006 di Euro 2008 ini. Bisa jadi, para pemain Azzuri tidak begitu termotivasi lagi, mengingat puncak prestise sepakbola adalah juara Piala Dunia. Sehingga motivasi mereka terhadap turnamen sekelas Piala Eropa berkurang. 
Tapi perang masih ber-langsung. Belanda masih perlu pembuktian lagi, terutama melawan Prancis atau Ru-mania di grup C. Sedangkan Italia, bukan tidak mungkin bangkit di dua partai fase grup terakhirnya. Ingat, di Piala Dunia Jerman, Italia menga-wali partai fase grup dengan terseok-seok. Tapi begitu lolos, mereka berubah bak harimau yang siap menerkam siapa saja. Sebaliknya, Be-landa bisa saja langsung kli-maks di fase grup dan partai selanjutnya terjadi antikli-maks. Ingat, bola itu masih tetap bundar!(friko/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin