|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
12 Juni 2008
|
|
‘Pembunuh Inggris’ Gertak Panzer
|
AKHIR tahun lalu, Mladen Petric jadi pem-bunuh Inggris. Dia pencetak gol penentu kemenangan Kroasia 3-2 atas Inggris. Kini, dia menggertak Tim Panzer. Katanya, Jerman adalah korban berikutnya.
Kroasia sendiri akan berhada-pan dengan Jerman pada partai kedua penyisihan Grup B Piala Eropa 2008, Kamis (12/06) ma-lam ini.
“Ini salah satu pertandingan terpenting kami. Soalnya, kami telah membuktikan bahwa ne-gara kecil seperti Kroasia bisa mengalahkan tim besar seperti Inggris, dengan seluruh pemain terbaik mereka,” kata Petric.
Menurutnya, sukses tahun lalu itu, menginjeksikan ke-percayaan diri yang besar bagi Kroasia. Dan, Petric pun seca-ra pribadi menilai gol ke ga-wang Inggris itu sangat ber-arti baginya. Jika bukan yang paling penting, itulah gol pa-ling populer yang pernah dia jaringkan.
“Saya menyukainya. Kalau orang-orang berharap banyak dari saya, saya betul-betul percaya diri. Mudah-mudahan saya bisa menunjukkannya,” tutur Petric.
Dan, kepercayaan diri itu terefleksikan lewat ambisinya meraup tiga poin menghadapi tim favorit Jerman. Dengan mengalahkan Jerman, Kroasia bakal lolos ke perempat final. “Jerman selalu favorit. Dan itu bukan hanya di grup. Mung-kin saja pertandingan terakhir kami lawan Polandia akan menentukan siapa yang akan lolos ke perempat final. Tapi, saya berharap kami bisa me-mastikan tiket kami sebelum itu,” katanya.
Ternyata ancaman Kroasia, cukup diwaspadai pasukan Panzer.
Kroasia dalam pandangan Ballack adalah lawan yang be-rat. Mereka terbukti dua kali mengalahkan Inggris di babak kualifikasi. Kroasia pula yang menghentikan impian Inggris melaju ke putaran final. Kare-na itu, jika ingin menang dan memastikan tiket ke perempat final, Jerman harus mening-katkan permainannya.
“Kami baru mengeluarkan 80-85% kemampuan, tapi ka-mi harus orientasi menghada-pi lawan Kamis nanti,” ujar Ballack. Mantan gelandang Bayer Leverkusen dan Bayern Muenchen itu menilai tan-tangan lawan Kroasia akan berbeda. Kroasia dianggapnya juga berambisi menjuarai Piala Eropa.
“Kami akan tahu level kami sebenarnya setelah pertan-dingan itu. Kami bisa puas de-ngan kemenangan atas Polan-dia. Tapi kami harus mening-katkan kualitas permainan. Soalnya kami akan mengha-dapi tim yang lebih tangguh di turnamen ini seperti Kro-asia,” katanya.
Pelatih Jerman, Joachim Loew meringkankan latihan pasukannya menjelang duel di Klagenfurt itu. Hal tersebut dilakukannya agar timnya bisa pulih. Tapi, dia menuntut pemain membayarnya dengan penampilan yang sama mengesankan.
“Selama dua hari, program latihan dikurangi agar para pemain bisa istirahat. Tapi kami ingin intensitas penam-pilan yang sama, seperti yang kami tunjukkan lawan Polan-dia,” tuturnya. Sementara Pe-latih Slaven Bilic berharap Kr-oasia untuk tetap fokus men-ghadapi tim favorit Jerman.
“Kami harus memperbaiki diri di semua aspek pada per-tandingan berikutnya. Terus terang kami tak puas dengan performa tim saat menghada-pi Austria. Kami harus lebih baik saat menghadapi Jerman karena pertandingan kali ini sangat berbeda,” ungkap Bi-lic.
Bilic kemungkinan akan me-masukkan gelandang berusia 20 Ivan Rakitic. Perubahan dengan menurunkan gelan-dang Schalke ini sebagai star-ter diharapkan bisa memper-baiki lini tengah yang menjadi titik lemah di pertandingan pertama.(inc)
|
|